Day 7 – Closing Lunch ,Paket Sharing Kedai Bukit Rhema Borobudur Praktis Tapi Tetap Kenyang

Day 7 di Borobudur, saya tutup agenda dengan makan siang bareng setelah perjalanan dari Royal Ambarrukmo (Jogja). Kondisinya jelas: kami butuh yang praktis, cepat, dan bikin kenyang rame-rame—tanpa drama pilih menu satu-satu. Begitu sampai Kedai Bukit Rhema, suasananya terasa “keluarga banget”: tempatnya lega, ramah anak, dan dari awal saya sudah kebayang ini cocok buat tim yang datang barengan. Saya duduk, lihat-lihat area, dan langsung fokus ke opsi yang paling masuk akal: Paket Sharing.

Baca Juga : Kuliner Magelang di Borobudur

Paket Sharing Kedai Bukit Rhema
Paket Sharing Kedai Bukit Rhema

Kenapa Saya Pilih Paket Sharing Kedai Bukit Rhema?

Kalau kamu lagi kulineran di Borobudur bareng keluarga besar atau rombongan kecil, tantangan paling sering itu bukan cari makanan enak saja—tapi cari yang porsinya jelas, nggak ribet bagi-bagi, dan semua kebagian. Di Kedai Bukit Rhema, kelebihan yang paling kerasa dari awal adalah porsi besar dan vibe yang ramah anak.

Saya suka tipe tempat yang paham kebutuhan pengunjung wisata: banyak yang datang habis perjalanan, bawa anak, bawa orang tua, atau datang satu mobil. Nah, Paket Sharing ini terasa dibuat untuk skenario begitu: sekali pesan, tinggal tunggu, lalu makan bareng.


Momen Makan Siangnya Paket Sharing Kedai Bukit Rhema Borobudur : Rasa, Tekstur, dan Alur Pesan–Tunggu–Saji

Karena ini saya datang untuk makan siang, ritmenya cukup cepat—dan memang jam segini biasanya ramai. Saya pesan, lalu prosesnya jelas: order dicatat, kami duduk dulu, ngobrol sebentar sambil siapin anak-anak, dan tidak lama kemudian makanan mulai datang.

Di pengalaman saya, waktu tunggunya sekitar 10–15 menit. Buat jam makan siang, itu termasuk nyaman—nggak bikin anak rewel kelamaan, dan orang dewasa juga nggak keburu “lapar mata”. Pas makanan tersaji, yang saya perhatikan pertama adalah: porsinya memang niat untuk sharing, jadi nggak terasa “tanggung”.

Untuk rasa dan tekstur, saya menilai dari hal yang biasanya relevan kalau makan rame-rame:

  • Bumbu aman buat banyak selera: tidak “menyengat” di satu sisi, jadi lebih gampang diterima berbagai usia.
  • Tekstur makanan masih enak dimakan bareng: nggak cepat “turun kualitasnya” meski sempat dipindah-pindah piring.
  • Lebih enak disantap saat hangat, jadi saran saya: begitu datang, langsung mulai makan dulu baru lanjut foto-foto.

Yang paling penting: paket model begini bikin meja lebih rapi. Kamu nggak perlu pesan banyak menu terpisah yang datangnya beda-beda—dan akhirnya ada yang keburu dingin.


Info Praktis Biar Kamu Nggak Kaget Pas Datang

Kalau kamu mau pengalaman yang lebih nyaman, ini catatan yang saya rasakan di lapangan:

  • Waktu paling pas: siang (dan memang ini tipe paket yang cocoknya buat makan siang bareng).
  • Jam ramai: 12.00–14.00 (area mulai terasa lebih penuh di jam ini).
  • Parkir: luas (pelanggan) — ini nilai plus besar kalau kamu bawa mobil keluarga atau beberapa kendaraan.
  • Sudah berdiri sejak: saya belum dapat angka pasti, jadi saya pakai catatan netral: belum ada info tahun berdiri yang saya pegang saat kunjungan.
  • Durasi saya di lokasi: sekitar 60–90 menit (cukup buat makan santai tanpa diburu-buru).
  • Lokasi : google maps

Ngobrol Singkat dengan Karyawan: Biar Pesannya Makin Gampang

Saya sempat tanya langsung ke karyawan supaya saya paham paketnya cocok untuk siapa dan gimana cara pesannya. Ringkasnya begini:

  • Isi paket apa saja?
    Mereka jelaskan isi paketnya sudah disusun untuk makan bareng, jadi kamu tinggal pilih paket yang sesuai jumlah orang.
  • Porsi per orang berapa?
    Patokannya dibuat untuk sharing, jadi kamu bisa kira-kira jumlah orangnya dulu, lalu menyesuaikan paketnya.
  • Level pedas bisa diatur?
    Bisa disesuaikan, jadi kalau kamu bawa anak atau orang tua, kamu bisa minta yang lebih aman.
  • Perlu booking weekend?
    Untuk akhir pekan, mereka menyarankan kamu antisipasi—apalagi kalau datang di jam ramai—supaya lebih nyaman dan nggak kehabisan slot duduk.

    Baca Juga : Kopi Menoreh Kedai Bukit Rhema: Ngopi Ringan + Snack Setelah Trekking di Borobudur

Kalau Dibanding Resto Keluarga Lain di Borobudur, Bedanya Apa?

Saya nggak bilang tempat lain kurang bagus—di Borobudur juga banyak resto keluarga yang nyaman. Tapi dari yang saya rasakan, nilai unggul Paket Sharing Kedai Bukit Rhema itu ada di tiga hal:

  1. Praktis untuk rombongan: sekali pesan, tidak bikin meja jadi “ramai orderan”.
  2. Alurnya cepat: waktu tunggu 10–15 menit terasa pas untuk jam siang.
  3. Tempatnya lega dan ramah anak: ini penting kalau kamu datang bareng keluarga.

Kalau kamu tipe yang suka makan “satu menu satu orang” mungkin resto lain yang lebih spesifik bisa jadi pilihan. Tapi kalau tujuannya kebersamaan dan efisiensi, Paket Sharing ini terasa lebih cocok.


Tips Biar Makan Siang Rame-rame Makin Mulus

Paket Sharing Kedai Bukit Rhema
Tempat Makan Rombongan Borobudur

Biar pengalaman kamu lebih nyaman, ini strategi yang menurut saya kepakai banget:

  • Hindari puncak jam 12.00–14.00 kalau kamu pengin lebih santai. Datang sedikit lebih awal itu kerasa bedanya.
  • Kalau rombongan, hitung jumlah orang dulu sebelum pesan. Biar langsung pas memilih paketnya.
  • Kalau bawa anak, minta versi pedas yang aman. Lebih enak kalau semua bisa makan tanpa “kejutan”.
  • Weekend? Lebih baik antisipasi booking. Apalagi kalau kamu datang pas jam makan siang.
  • Begitu makanan datang, makan dulu baru foto. Paket sharing paling enak saat masih hangat.

Jadi Wajib Gak Nih?

Wajib — (keluarga, luas, nyaman).
Kalau kamu lagi di Borobudur dan butuh makan siang yang praktis untuk rame-rame, Paket Sharing Kedai Bukit Rhema terasa sebagai pilihan yang paling masuk akal. Tempatnya lega, jadi makan bareng keluarga atau rombongan nggak terasa sempit; parkirnya juga luas, bikin datang pakai mobil lebih tenang. Yang saya suka, suasananya benar-benar ramah keluarga—anak bisa makan dengan nyaman, orang tua bisa duduk santai, dan semua kebagian tanpa harus ribet pesan banyak menu terpisah. Cocok buat kamu yang pengin makan siang kenyang, rapi, dan tetap santai di tengah agenda Borobudur.