Kamu tau perasaan rindu itu? Bukan rindu sama orang, tapi rindu sama rasa. Beberapa hari lalu, saya lagi kangen banget sama suasana angkringan Jogja yang sederhana tapi selalu bikin kangen. Nasi kucing, sate usus, dan teh anget di tengah malam. Tapi, kita lagi di Serpong, Tangerang Selatan. Mungkin mustahil menemukan yang persis, tapi pencarian itu membawa saya ke sebuah gerobak sederhana di pinggir jalan: Gerobak Betawi Serpong. Nama Betawi-nya yang bikin penasaran, karena yang saya cari justru nuansa Jogja. Gimana ceritanya? Yuk, kita kulineran virtual dulu sebelum kamu memutuskan untuk datang.

Mencari Nostalgia di Tengah Kota Modern
Gerobak Betawi Serpong ini lokasinya ada di kawasan yang cukup ramai, tepatnya di Jalan Raya Serpong. Kalau kamu cari di Google Maps, ketik aja namanya, biasanya sudah muncul. Area sekitarnya adalah perpaduan antara perumahan modern dan ruko-ruko. Gerobaknya sendiri nongkring di tepi jalan, persis seperti konsep kaki lima klasik. Saya datang pas sore menjelang maghrib, dan suasana sudah mulai ramai dengan orang yang pulang kerja.
Pertama kali lihat, gerobaknya cukup bersih dan tertata. Meski sederhana, lampu-lampu yang dipasang memberikan kesan hangat. Ada beberapa kursi plastik dan meja lipat yang disediakan. Suasananya sangat santai dan tidak formal. Yang langsung menarik perhatian adalah aroma sedap yang menari-nari di udara: campuran kuah kental, bumbu kacang, dan nasi putih yang baru matang. Ini bukan suasana hening khas kafe, tapi lebih ke keramaian yang nyaman, di mana obrolan dan suara sendok menjadi musik latarnya.
Menu Andalan: Perjalanan Rasa dari Jakarta ke Jogja
Nah, ini bagian yang seru. Meski bernama Gerobak “Betawi”, menunya ternyata cukup beragam dan menjawab kerinduan saya. Saya memutuskan untuk mencoba tiga hal yang mewakili dua kota: Jogja dan Jakarta.
1. Nasi Angkringan (Untuk Kangen Jogja)
Ini alasan utama saya datang. Porsinya disajikan di atas piring dengan nasi putih hangat, lalu dikelilingi oleh lauk-pauk kecil. Saya pesan paket yang berisi sate usus, tempe orek, telur pindang, dan sambal. Sate ususnya empuk banget, bumbu kecapnya meresap dengan rasa manis dan gurih yang pas, tidak terlalu overpowering. Tempe oreknya renyah, memberikan tekstur yang kontras. Telur pindangnya memiliki rasa rempah yang kuat, khas sekali. Yang bikin mirip banget sama Jogja adalah sambalnya! Pedasnya nendang tapi tetap bisa dinikmati, dengan aroma bawang yang menggoda. Secara keseluruhan, ini bukan sekadar tiruan, tapi penghormatan yang cukup baik pada rasa angkringan Jogja. Bisa mengobati kangen, meski pemandangannya tetap jalan raya Serpong, bukan Malioboro.

2. Ketoprak Jakarta (Rasanya Oke Aja)
Karena namanya Gerobak Betawi, wajib hukumnya mencoba Ketoprak. Disajikan dalam mangkuk besar, isiannya lengkap: lontong, tahu goreng, taoge, bihun, dan telur. Siraman bumbu kacangnya kental dan banyak. Rasanya? Seperti judul sub-bab ini: oke aja. Bumbu kacangnya gurih, tidak terlalu manis, dan rasa bawang putihnya terasa. Teksturnya creamy. Namun, menurut saya kurang sedikit “greget”. Mungkin kurang kerupuk atau kurang sentuhan bawang goreng yang benar-benar renyah. Tapi untuk standar kaki lima dan harganya, ini adalah pilihan yang aman dan memuaskan, apalagi kalau kamu penggemar ketoprak. Tidak mengecewakan, tapi juga tidak bikin terkesima. Solid.
3. Bubur Spesial (Hampir Kehabisan!)
Ini cerita lucunya. Istri saya yang pesan bubur. Ternyata, bubur spesial ini adalah menu yang paling laris dan hampir selalu habis. Kebetulan banget, tinggal satu porsi tersisa dan itu jadi milik kami. Buburnya adalah bubur ayam berkuah, tapi dengan topping yang lebih lengkap. Ada suwiran ayam, cakwe, kacang tanah, daun seledri, bawang goreng, dan tambahan telur. Kuahnya bening tapi berasa kaldu ayam yang gurih. Yang bikin spesial adalah cakenya yang masih renyah saat dicelupkan. Kombinasi tekstur yang lembut dari bubur, renyah dari cakwe dan kacang, serta gurihnya kuah, benar-benar komplit. Istri saya sampai bilang, “Ini worth it untuk ditunggu sampai hampir habis.” Jadi, tips dari saya, kalau mau bubur spesial, datang lebih awal!
Rincian Harga: Murah Meriah ala Kaki Lima
Soal harga, Gerobak Betawi Serpong ini sangat bersahabat dengan kantong. Cocok banget untuk makan malam tanpa harus bikin dompet jebol. Berikut perkiraan harganya:
- Nasi Angkringan Komplit: Rp 25.000 – Rp 30.000
- Ketoprak Jakarta: Rp 20.000
- Bubur Spesial: Rp 25.000
- Teh/Es Teh Manis: Rp 5.000
- Jeruk Peras: Rp 10.000
Untuk makan dua orang dengan dua menu utama dan minuman, kamu bisa keluar dengan budget sekitar Rp 60.000 – Rp 80.000. Sangat terjangkau untuk kenyang dan puas.

Rute Menuju Lokasi Gerobak Betawi Serpong
Buat kamu yang belum familiar dengan Serpong, jangan khawatir. Lokasinya cukup strategis. Jika kamu dari arah BSD City atau Alam Sutera, kamu bisa menuju Jalan Raya Serpong (jalan utama). Gerobak ini biasanya mangkal di seberang atau di sekitar area pertokoan yang ramai, dekat dengan perempatan. Lebih mudahnya, gunakan aplikasi pemetaan seperti Waze atau Google Maps dan cari “Gerobak Betawi Serpong”. Jika naik kendaraan umum, banyak angkot (mini bus) yang melintas di jalan raya Serpong. Turun di titik terdekat yang ditunjukkan di maps, lalu jalan sebentar. Parkir untuk motor cukup mudah di tepi jalan, tapi untuk mobil mungkin agak harus cari spot yang agak jauh sedikit karena ramainya.
Tips Berkunjung Agar Pengalaman Makin Asyik
- Waktu Terbaik: Datanglah sore hari sekitar jam 5-7 malam. Suasanya sudah ramai tapi belum terlalu penuh, dan makanan masih lengkap (terutama Bubur Spesial!).
- Bawa Cash: Seperti kebanyakan kaki lima, mereka mungkin hanya menerima pembayaran tunai. Siapkan uang pas.
- Ekspektasi Suasana: Ini adalah makan di pinggir jalan. Akan ada suara kendaraan, angin sore, dan suasana yang sangat kasual. Jadi, datanglah dengan santai.
- Coba Sambalnya: Jangan lupa cobain sambal mereka, baik untuk nasi angkringan maupun sebagai tambahan untuk ketoprak. Ini salah satu kunci rasanya.
- Porsi Sharing: Porsi nasi angkringan cukup mengenyangkan. Bisa dipertimbangkan untuk berdua jika kamu mau mencoba menu lain juga.
Penutup: Lebih Dari Sekadar Gerobak
Jadi, apa Gerobak Betawi Serpong ini berhasil mengobati rindu saya pada angkringan Jogja? Jawabannya: cukup. Dia memberikan rasa yang familiar dan hangat di tengah kota yang berbeda. Lebih dari itu, tempat ini menawarkan pengalaman kuliner kaki lima yang autentik dengan harga yang sangat bersahabat. Ketopraknya “oke”, buburnya spesial, dan nasinya membangkitkan kenangan. Ini bukan tempat untuk dinner date yang romantis, tapi untuk makan malam santai, ngobrol dengan teman atau keluarga, sambil menikmati hidangan sederhana yang penuh rasa. Seperti yang diulas oleh berbagai media, kekuatan kuliner Indonesia memang seringkali berawal dari gerobak seperti ini. Jadi, kalau kamu lagi di Serpong dan pengen makan enak yang tidak ribet, cobalah mampir. Siapa tau, kamu juga menemukan rasa rindumu di sana.
Selamat mencoba dan jangan lupa share pengalamanmu!



