Rindu Jogja, Ketemu Surga Angkringan di Sudut Serpong

Pernah nggak sih, kamu tiba-tiba kangen sama suasana dan rasa yang cuma ada di satu tempat? Saya lagi. Kangen berat sama angkringan Jogja yang sederhana tapi selalu bikin hati adem. Nasi kucing, sate usus, tempe bacem, ditemani teh anget dalam gelas beling—it's a whole vibe. Tapi, kita lagi di Serpong, Tangerang Selatan. Jauh banget dari Malioboro. Rasa rindu itu akhirnya membawa saya dan istri menyusuri jalan-jalan di kawasan perumahan, mencari-cari sesuatu yang bisa mengobati. Dan, seperti jawaban dari langit, di sebuah sudut yang cukup ramai, kami menemukan sebuah gerobak sederhana dengan tulisan “Gerobak Betawi”. Sebuah nama yang terdengar sangat Jakarta, tapi siapa sangka, di dalamnya tersimpan kejutan yang bikin saya tersenyum lebar: Nasi Angkringan ala Jogja.

Gerobak betawi Serpong

Ini bukan sekadar gerobak makan biasa. Ini adalah sebuah oasis bagi perantau Jogja atau siapa saja yang mencintai cita rasa sederhana nan autentik. Gerobak Betawi Serpong ini menawarkan perpaduan unik: memuaskan kerinduan akan angkringan Jogja sekaligus menyajikan hidangan khas Betawi yang legit. Dalam satu kunjungan, saya bisa merasakan dua dunia kuliner yang berbeda. Penasaran kan, gimana cerita lengkapnya? Yuk, kita telusuri bersama pengalaman makan malam saya di sana.

Lokasi & Suasana: Gemerlap Lampu dan Keriangan Malam

Gerobak Betawi Serpong ini berlokasi di kawasan yang cukup strategis, mudah diakses dari pusat keramaian Serpong. Tepatnya, kamu bisa mencarinya di sekitar Jl. Raya Serpong atau kawasan perumahan padat penduduk di sekitarnya. Biasanya dia mangkal di sore hingga larut malam. Saat kami datang, lampu-lampu dari gerobak dan beberapa meja lipat sudah menyala, menerangi sudut trotoar yang jadi basecamp-nya. Suasana sudah ramai dengan beberapa pelanggan yang asyik menyantap hidangannya.

Vibe yang Hangat dan Akrab

Suasanya sangat casual dan hangat. Tidak ada meja kursi mewah, hanya meja panjang sederhana dan bangku plastik. Tapi justru di situlah charm-nya. Rasanya seperti makan di warung tenda pinggir jalan, di mana obrolan santai dan suara sendok yang berdenting menjadi musik latar yang sempurna. Pemilik dan penjaganya ramah, menyapa dengan santun. Ada sense of community yang kuat; beberapa pelanggan terlihat seperti langganan tetap yang sudah hafal menu. Udara malam Serpong yang sejuk semakin melengkapi pengalaman makan outdoor yang menyenangkan ini.

Review Rasa: Nostalgia Jogja & Kejutan Betawi

Nah, ini bagian yang paling ditunggu! Menu di Gerobak Betawi Serpong ini cukup beragam, membentang dari spesialisasi Jogja hingga hidangan khas Jakarta. Kami memesan beberapa item untuk dicoba. Berikut review detailnya:

1. Nasi Angkringan (Penyembuh Rindu)

Inilah alasan utama saya datang. Saya pesan sepaket nasi angkringan yang berisi:

  • Nasi Kucing: Seporsi nasi putih hangat dengan porsi kecil, persis seperti di Jogja. Teksturnya pulen dan harum.
  • Sate Usus: Dua tusuk sate usus yang dibakar dengan bumbu kacang yang kental dan manis-gurih pas. Ususnya bersih, empuk, dan tidak bau. Bumbu kacangnya benar-benar nendang, mirip banget dengan yang sering saya makan di angkringan-angkringan legendaris Jogja.
  • Tempe Bacem: Satu potong tempe bacem yang manis, legit, dan lembut. Rasanya meresap sampai ke dalam. Sempurna untuk teman nasi.
  • Telur Pindang: Telur yang dimasak dengan bumbu khusus hingga cangkangnya kecokelatan dan rasanya gurih-asin khas.

Verdict: Saya tutup mata dan mencicipi. Dan boom! Rasanya membawa saya langsung terbang ke Jogja. Rindunya terobati! Kombinasi rasa manis dari tempe bacem, gurih dari sate usus, dan asin dari telur pindang dengan nasi hangat itu… sempurna. Harganya sangat terjangkau untuk kepuasan nostalgia yang didapat.

Gerobak betawi Serpong

2. Ketoprak Jakarta (Rasanya “Oke Aja”)

Karena namanya Gerobak Betawi, tentu saya harus coba menu khas Betawinya. Saya pesan Ketoprak. Penampilannya menarik: bihun, ketupat, tahu, tauge, dan telur disiram bumbu kacang saus kental, ditaburi kerupuk dan bawang goreng. Saat diaduk, aromanya sedap. Saat dicoba… hmm. Rasanya enak, bumbu kacangnya gurih dan tidak terlalu manis. Tapi, menurut saya pribadi, ada sesuatu yang kurang “greget”. Mungkin kurangnya sentuhan petis atau level kekentalan bumbu yang bisa lebih kental lagi. Tapi secara keseluruhan, ini adalah ketoprak yang cukup legit dan memuaskan, apalagi untuk kamu penggemar ketoprak. Istilah “oke aja” dari saya berarti dia layak dicoba, tapi bukan yang terbaik yang pernah saya rasakan.

3. Bubur Spesial (Keberuntungan Terakhir)

Ini cerita serunya! Istri saya ingin makan bubur. Ternyata, bubur spesialnya tinggal satu porsi terakhir! Kami langsung pesan, merasa sangat beruntung. Bubur spesialnya berisi bubur ayam biasa yang di-toping dengan ekstra kuning telur, suwiran ayam lebih banyak, cakwe, kedelai, seledri, dan bawang goreng. Buburnya sendiri lembut dan gurih, kuah kaldu ayamnya terasa. Kombinasi dengan kuning telur yang creamy dan cakwe yang renyah bikin teksturnya jadi sangat kaya. Istri saya sangat suka! Ini benar-benar bubur yang mengenyangkan dan cocok untuk makan malam yang ringan tapi bernutrisi.

Daftar Harga (Perkiraan)

Berikut perkiraan harga menu di Gerobak Betawi Serpong berdasarkan pengalaman saya. Harganya bisa berubah, tapi ini gambaran umumnya:

  • Nasi Angkringan Komplit (Sate Usus, Tempe, Telur): Rp 15.000 – Rp 20.000
  • Ketoprak Jakarta: Rp 18.000 – Rp 25.000
  • Bubur Ayam Biasa: Rp 12.000 – Rp 15.000
  • Bubur Spesial: Rp 20.000 – Rp 25.000
  • Sate Usus (per tusuk): Rp 3.000 – Rp 5.000
  • Teh/Es Teh Manis: Rp 5.000 – Rp 8.000

Dengan budget sekitar Rp 50.000 per orang, kamu sudah bisa makan kenyang dan mencoba beberapa menu. Sangat terjangkau!

Gerobak betawi Serpong

Rute Menuju Lokasi

Mencari Gerobak Betawi Serpong ini cukup mudah, terutama jika kamu menggunakan aplikasi pemetaan online. Berikut panduan umumnya:

  • Dari BSD City/Tangsel: Arahkan kendaraan menuju Jl. Raya Serpong. Cari area komersial atau perumahan padat di sepanjang jalan tersebut, terutama di malam hari. Gerobak ini biasanya muncul setelah maghrib.
  • Dari Stasiun Serpong: Bisa naik ojek online atau angkutan umum dengan tujuan kawasan sekitar Jl. Raya Serpong.
  • Tips: Karena dia gerobak kaki lima, lokasi pastinya bisa berpindah sedikit. Cara terbaik adalah mencari di Google Maps dengan kata kunci “Gerobak Betawi Serpong” atau tanya kepada warga sekitar tentang gerobak makan yang jual nasi angkringan dan ketoprak. Mereka biasanya tahu.

Tips Berkunjung

  • Waktu Terbaik: Datanglah antara jam 7 malam hingga 10 malam. Menu masih lengkap dan suasana sedang ramai tapi tidak terlalu penuh.
  • Bawa Cash: Seperti kebanyakan pedagang kaki lima, mereka mungkin hanya menerima pembayaran tunai.
  • Pesan Cepat Menu Spesial: Seperti pengalaman saya dengan bubur spesial, jika ada menu andalan atau spesial, segera pesan karena bisa habis!
  • Ekspektasi Suasana: Siapkan diri untuk makan ala kadarnya di pinggir jalan. Nikmati kesederhanaannya sebagai bagian dari pengalaman.
  • Coba Keduanya: Jangan ragu untuk memesan campuran menu Jogja dan Betawi. Itu keunikan tempat ini!

Penutup: Lebih Dari Sekadar Gerobak

Gerobak Betawi Serpong ini lebih dari sekadar tempat makan. Dia adalah bukti bahwa rasa rindu bisa ditemukan di tempat yang tak terduga. Bagi saya, dia adalah penyelamat di kala kangen Jogja melanda. Bagi kamu yang mungkin belum pernah ke Jogja, ini adalah pintu masuk yang sempurna untuk mencicipi citarasa angkringan yang legendaris. Dan bagi pencinta kuliner Jakarta, ketoprak dan buburnya siap memanjakan lidah.

Jadi, kalau kamu lagi di Serpong dan bingung mau makan enak yang murah meriah dengan suasana santai, cobalah mampir ke Gerobak Betawi ini. Siapa tahu, kamu juga akan menemukan kejutan rasa yang bikin kamu ketagihan untuk balik lagi. Saya pasti akan kembali, mungkin nanti mencoba menu lainnya. Sampai jumpa di cerita kuliner berikutnya!

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply