Day 2: Sore Pendinginan Anak di Es Murni Magelang
Day 2 – Magelang – sore itu saya baru saja selesai jalan-jalan ringan bersama keluarga, anak sudah mulai terlihat gerah dan agak rewel. Saya pribadi tidak terlalu lapar, tapi lagi pengin sesuatu yang dingin dan manis untuk menutup hari. Dari hotel, kami melipir ke Jl Pemuda dan berhenti di sebuah kedai es jadul yang sering disebut orang: Es Murni Magelang. Begitu melihat etalase penuh botol sirup warna-warni dan mangkuk-mangkuk isi topping, anak langsung antusias, saya pun merasa, “Oke, ini pilihan yang tepat buat pendinginan sore.”
Baca Juga : Kuliner Magelang di Borobudur
Sebagai travel blogger yang sering kulineran di Magelang, saya memang senang mencari tempat yang bukan hanya enak, tapi juga ramah keluarga. Di Es Murni, kesan pertama yang saya dapat adalah suasana lawas yang santai; bukan tempat yang megah, tapi cukup nyaman untuk duduk 20–30 menit sambil menikmati semangkuk es dingin.

Kenapa Saya Akhirnya Mampir ke Es Murni Magelang
Sebelum datang, saya sudah beberapa kali mendengar nama Es Murni muncul saat ngobrol dengan warga lokal. Mereka menyebutnya sebagai salah satu ikon es jadul di pusat kota, dengan banyak varian es yang bisa disesuaikan selera. Buat saya, ini penting, karena setiap anggota keluarga punya preferensi berbeda: anak biasanya suka sesuatu yang berwarna dan manis, sementara saya lebih suka kombinasi buah dan es serut yang segar.
Lokasinya di sekitar Jl Pemuda juga strategis untuk kamu yang sedang keliling kota atau habis main di area alun-alun. Kalau sedang roadtrip, tempat seperti ini cocok banget jadi “pit stop” sore hari. Bukan makan berat, tapi cukup untuk menyegarkan kepala dan memperbaiki mood setelah seharian di jalan.
Hal lain yang bikin saya tertarik adalah statusnya sebagai tempat legendaris yang sudah ada sejak sekitar 1960-an. Ada sensasi tersendiri ketika duduk dan menyadari bahwa mungkin sejak puluhan tahun lalu, banyak keluarga lain yang juga duduk di sini dengan cerita perjalanan masing-masing.
Pengalaman Menikmati Es Murni Magelang Jadul Sore Itu
Ngadem dengan Semangkuk Es Murni Magelang di Jam Ramai
Saya datang sekitar jam 16.00, yang ternyata memang masuk jam ramai. Berdasarkan pengamatan dan obrolan singkat, kedai ini biasanya mulai padat sekitar 15.00–18.00. Meski begitu, antrian masih tergolong wajar. Saya mencatat waktu dari pesan sampai es tersaji di meja kurang lebih 5–10 menit, cukup cepat untuk ukuran jam sibuk.
Anak saya langsung memilih es dengan tampilan warna-warni, sementara saya memilih kombinasi yang lebih klasik: es serut dengan campuran tape, agar-agar, dan beberapa potongan buah. Satu hal yang saya suka, mereka tetap mempertahankan gaya penyajian sederhana ala kedai lama, tanpa dekor berlebihan, tapi rapi dan bersih.
Rasa, Tekstur, dan Sensasi Setiap Suapan
Untuk kamu yang suka es manis dengan banyak isian, Es Murni akan terasa pas. Kuah manisnya bukan tipe yang “menonjok” di tegukan pertama, tapi pelan-pelan terasa seimbang saat tercampur dengan es serut yang mulai mencair.
- Tekstur: ada kombinasi kenyal dari agar-agar, lembut dari tape, dan renyah halus dari serutan es.
- Rasa: cenderung manis segar, cocok untuk dinikmati saat sore ketika tubuh mulai merasa hangat dan butuh sesuatu yang mendinginkan kepala.
- Aftertaste: tidak meninggalkan rasa enek berlebihan; setelah mangkuk habis, tenggorokan tetap terasa ringan, hanya ada sisa dingin yang menyenangkan.
Buat anak, ini tipe es yang mudah disukai. Topping yang beragam membuat mereka bisa “menggali mangkuk” seolah menemukan kejutan kecil di setiap sendok. Buat orang dewasa, kombinasi nostalgia dan kesejukan menjadi nilai plus, apalagi jika kamu tumbuh dengan kenangan es serut rumahan.
Tempo Santai: 20–30 Menit yang Cukup Untuk Menikmati Es Murni Magelang
Total waktu saya di sini sekitar 20–30 menit. Itu sudah termasuk waktu menunggu, makan pelan-pelan, plus berhenti sejenak untuk memotret mangkuk es dari beberapa sudut (konten dulu, baru habis, kan?). Untuk keluarga yang membawa anak, durasi ini ideal; cukup lama untuk anak merasa puas, tapi tidak terlalu lama sampai mereka bosan.
Info Praktis Sebelum Kamu Ikut Antri di Es Murni Magelang
Bagian ini buat kamu yang suka hal-hal praktis sebelum memutuskan mampir:
- Waktu terbaik (dan ramai):
Es Murni paling ramai biasanya di jam 15.00–18.00, ketika orang-orang mencari camilan sore sebelum makan malam. Kalau kamu ingin suasana lebih tenang, datang sedikit lebih awal dari jam-jam itu bisa jadi strategi yang bagus. - Parkir motor/mobil:
Untuk parkir, saya perhatikan lahannya terbatas. Motor masih relatif mudah diselipkan, tapi untuk mobil, kamu mungkin perlu sedikit bersabar atau siap jalan beberapa langkah dari tempat parkir yang agak jauh. Jadi, lebih nyaman kalau datang dengan kendaraan kecil atau naik ojek online. - Usia kedai:
Dari cerita yang saya dengar dan informasi yang beredar, Es Murni sudah ada sejak sekitar 1960-an. Ini menjelaskan kenapa nuansa kedainya masih terasa sangat klasik, dengan sentuhan jadul yang tidak dibuat-buat. - Kecepatan penyajian:
Walaupun ramai, proses dari pesan sampai es di meja saya tadi di kisaran 5–10 menit. Bagi saya, ini masih sangat wajar, apalagi kalau kamu datang bersama keluarga dan mengisi waktu dengan ngobrol dulu.
Lihat lokasi : google maps
Ngobrol Santai dengan Karyawan Es Murni Magelang
Sebelum pulang, saya sempat ngobrol singkat dengan salah satu karyawan. Obrolan ringan seperti ini sering memberi insight tambahan untuk kamu yang berencana datang dengan keluarga, terutama membawa anak. Berikut rangkumannya:
- Menu favorit anak
Anak-anak paling sering memesan es dengan warna yang cerah dan topping banyak. Versi yang manis dan meriah secara tampilan memang jadi andalan mereka, semacam “es pelangi” atau es campur dengan sirup merah dan susu. - Bisa tanpa susu?
Menurut karyawan, kalau kamu tidak terlalu suka susu atau punya anak yang sensitif, kamu bisa minta es disajikan tanpa susu. Tinggal bilang saja saat di kasir, mereka sudah terbiasa menyesuaikan. - Porsi kecil untuk anak
Ada opsi porsi lebih kecil yang cocok untuk anak atau kamu yang hanya ingin “icip-icip”. Ini membantu menghindari sisa berlebihan di mangkuk, sekaligus membuat anak tetap senang karena punya pesanan sendiri. - Antre paling sepi kapan?
Kalau ingin suasana lebih lengang, karyawan menyarankan untuk datang di luar jam puncak sore. Biasanya, awal jam buka sore atau sedikit sebelum jam ramai benar-benar penuh masih relatif santai, terutama di hari kerja (weekday).
Obrolan sesingkat ini saja sudah cukup membuat saya merasa bahwa tempat ini memang terbiasa melayani keluarga, termasuk yang membawa anak kecil.
Es Murni Magelang vs Toko Es Jadul Lain di Magelang
Magelang punya beberapa toko es jadul lain yang juga seru untuk dieksplor. Kalau saya bandingkan secara halus, Es Murni punya beberapa keunikan:
- Varian es:
Di Es Murni, pilihan es cukup banyak, dari es campur gaya klasik sampai kombinasi isian yang lebih “ramai”. Toko es jadul lain mungkin punya spesialis tertentu, misalnya fokus di satu jenis es saja. - Nuansa keluarga:
Dari cara karyawan menjelaskan menu dan menyiapkan porsi kecil, terasa bahwa mereka terbiasa melayani keluarga dengan anak. Di beberapa tempat lain, fokusnya mungkin lebih ke nongkrong atau anak muda. - Letak di pusat kota:
Lokasi di area Jl Pemuda membuat Es Murni mudah dimasukkan ke itinerary kamu yang padat. Sedangkan toko es jadul lain kadang berada di sudut-sudut kota yang butuh sedikit usaha tambahan untuk dicari.
Bukan berarti yang lain tidak bagus—justru menyenangkan kalau kamu bisa menjajal beberapa tempat. Namun, kalau waktumu di Magelang terbatas, Es Murni adalah salah satu yang layak masuk daftar duluan.
Baca Juga : Sop Senerek Bu Atmo Magelang: Kuah Hangat Ringan yang Nyaman di Perut
Tips Biar Sore di Es Murni Magelang Makin Asyik
Supaya kunjunganmu terasa lebih nyaman dan sesuai ekspektasi, beberapa tips ini mungkin bisa membantu:
- Pilih waktu datang
Kalau kamu tidak suka keramaian, hindari jam puncak antara 15.00–18.00. Datang sedikit lebih awal bisa memberi kesempatan kamu memilih tempat duduk dengan leluasa. - Komunikasikan selera sejak awal
Saat memesan, bilang saja kalau kamu ingin es yang tidak terlalu manis atau tanpa susu. Karyawan tampak terbiasa menerima permintaan seperti ini, jadi jangan ragu. - Pesan porsi kecil untuk anak
Untuk anak, porsi kecil sudah cukup. Selain menghindari sisa, ini juga memberi ruang kalau mereka ingin mencicip es pesanan orang tua. - Pertimbangkan soal parkir
Karena parkir terbatas, lebih nyaman jika datang dengan motor atau transportasi online. Kalau harus membawa mobil, siapkan sedikit waktu ekstra untuk mencari tempat parkir yang aman. - Nikmati suasana jadulnya
Jangan buru-buru. Ambil waktu 20–30 menit untuk duduk tenang, perhatikan detail kecil seperti etalase topping, cara mereka menyiapkan es, hingga interaksi pengunjung lain. Di situ sering muncul rasa “Magelang banget” yang sulit direplikasi di tempat lain.
Jadi Wajib Coba Nggak Nih Berkunjung ke Es Murni Magelang?
Kalau kamu bertanya apakah Es Murni ini sekadar tempat singgah biasa atau benar-benar layak dimasukkan ke itinerary, jawaban jujur saya: Es Murni Magelang ini layak kamu coba. Terutama kalau kamu:
- Sedang mencari es jadul yang segar untuk sore hari,
- Datang bersama keluarga dan anak yang butuh suasana sederhana tapi nyaman,
- Suka tempat dengan cerita panjang, bukan sekadar kedai kekinian yang baru berdiri.
Buat saya pribadi, pengalaman sore di sini terasa pas dengan tiga kata: jadul, segar, family. Jadul karena suasananya membawa kita ke era yang lebih pelan; segar karena perpaduan es serut dan kuah manisnya mampu meredam panas setelah seharian jalan; dan family karena jelas sekali tempat ini bersahabat untuk anak maupun orang tua.
Jadi, kalau kamu sedang menyusun rencana kuliner Day 2 atau Day berapa pun di Magelang, mempertimbangkan jeda sore di Es Murni adalah ide yang sangat masuk akal. Bukan hanya soal semangkuk es, tapi juga soal memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk berhenti sejenak, sebelum melanjutkan petualangan di kota kecil yang penuh kejutan ini.




Pingback: Menghangatkan Malam dengan Wedang Kacang Tan Gwan Magelang - Local x Food