Rindu itu rasanya aneh, ya. Tiba-tiba saja di tengah hiruk pikuk Serpong, saya diserang rindu yang mendalam pada angkringan Jogja. Bukan cuma rindu pada nasinya yang hangat dan sambalnya yang membakar, tapi pada suasana santai, obrolan ringan, dan sensasi “makan apa adanya” yang selalu bikin kangen. Tapi, bisakah kita menemukan secuil Jogja di Tangerang Selatan? Pencarian saya membawa saya ke sebuah gerobak sederhana di pinggir jalan, dengan tulisan “Betawi” yang mencolok. Inilah cerita saya mencicipi Gerobak Betawi Serpong, di mana nostalgia Jogja bertemu dengan cita rasa Jakarta dalam satu piring yang menggoda.

Mencari Nostalgia di Tengah Kota: Lokasi & Suasana Gerobak Betawi
Gerobak Betawi ini bukan tempat yang mewah atau tersembunyi di dalam mall. Justru, pesonanya terletak pada kesederhanaannya. Saya menemukannya di kawasan yang cukup ramai di Serpong, tepatnya di Jalan Raya Serpong (untuk lokasi pastinya, kamu bisa cek di Google Maps). Gerobaknya berwarna dominan merah dan kuning, khas Betawi, berdiri dengan bangga di tepi jalan. Parkir? Jangan harap luas. Hanya cukup untuk beberapa motor dan satu dua mobil yang nekat menepi.
Suasana yang Hangat dan Ramai
Saat saya datang, sudah ada beberapa pelanggan yang duduk di bangku-bangku plastik sederhana. Suasana begitu hidup. Ada suara senggolan piring, obrolan para penjual, dan tawa pengunjung. Lampu neon yang menerangi gerobak menciptakan cahaya hangat di malam hari. Ini bukan tempat untuk dinner romantis, tapi tempat untuk mengisi perut dengan makanan yang jujur, sambil merasakan denyut nadi kehidupan kota. Bau sedap menggoda langsung menyambut, campuran antara aroma kacang tanah goreng, kuah kaldu, dan nasi putih yang baru ditanak. Saya langsung tahu, pencarian saya untuk “angkringan” mungkin akan berakhir di sini.

Tur Kuliner: Review Rasa Menu Andalan
Menu di Gerobak Betawi ini cukup lengkap, menjembatani antara masakan Betawi dan sajian “angkringan” ala Jogja. Saya dan istri memutuskan untuk mencoba beberapa hidangan untuk benar-benar menguji cita rasanya.
Nasi Angkringan: Pulang Kampung ke Jogja
Inilah yang saya cari! Sepiring nasi putih hangat dengan lauk-pauk sederhana di atasnya. Saya memilih telur balado, tempe orek, dan sambal teri kacang. Pertama yang saya cicipi adalah sambalnya. Wow! Sambal teri kacangnya memiliki level pedas yang cukup signifikan, bukan sekadar pelengkap. Rasa gurih dari teri medan yang renyah dan kacang tanah berpadu dengan cabai yang digiling kasar. Ini mengingatkan saya pada sambal di warung-warung lesehan Malioboro. Telur baladonya juga mantap, bumbunya meresap hingga ke kuning telur, dengan rasa manis dan pedas yang seimbang. Tempe oreknya klasik, gurih manis, pelengkap yang sempurna. Secara keseluruhan, porsi nasinya cukup untuk mengganjal lapar. Rasanya? Jujur, 85% mendekati rasa angkringan Jogja yang otentik. Yang 15% hilang mungkin hanya suasananya yang berbeda, tapi dari segi rasa, mereka berhasil membawa saya “pulang” sejenak.
Ketoprak Jakarta: Oke Banget!
Selain rindu Jogja, saya juga penasaran dengan versi Ketoprak mereka. Sebagai hidangan khas Jakarta, ketoprak punya tempat tersendiri. Pesanan saya datang dalam mangkuk besar. Isiannya lengkap: lontong, tahu goreng, taoge, bihun, dan telur. Siraman bumbu kacangnya yang kental adalah kunci. Bumbu kacang di sini tidak terlalu manis, lebih ke arah gurih dan kental. Kacangnya digiling halus, sehingga teksturnya lembut di lidah. Taburan bawang goreng dan kerupuk menambah dimensi kerenyahan. Setelah diaduk, setiap suapan terasa komplit. Rasanya? Sesuai dengan komentar saya di awal: “oke aja”. Tapi maksudnya oke ke arah yang sangat positif! Ini adalah ketoprak yang enak, seimbang, dan memuaskan. Tidak terlalu berminyak dan porsinya sangat generous.
Bubur Spesial: Hampiran Terakhir yang Beruntung
Istri saya memilih bubur spesial. Kebetulan sekali, kata penjualnya, tinggal satu porsi tersisa! Sepertinya menu ini cukup laris. Buburnya sendiri adalah bubur ayam beras putih yang dihaluskan sempurna, teksturnya sangat lembut dan hangat. Yang membuatnya “spesial” adalah toppingnya. Ada suwiran ayam yang dibumbui, cakwe (you tiao) potongan, kacang tanah, daun seledri, bawang goreng, dan kerupuk. Jangan lupa kecap asin dan sambalnya. Istri saya menyukainya. Katanya, buburnya sangat nyaman di perut, rasanya gurih natural dari kaldu ayam, dan kombinasi toppingnya memberikan berbagai tekstur yang menyenangkan: renyah dari cakwe dan kacang, lembut dari bubur, dan gurih dari ayam. Pilihan yang tepat untuk yang ingin makan sesuatu yang ringan tapi tetap mengenyangkan.

Berapa Harus Siapkan? Daftar Harga Perkiraan
Salah satu daya tarik tempat seperti ini adalah harganya yang bersahabat. Berikut perkiraan harga yang saya dapatkan (bisa berubah):
- Nasi Angkringan (dengan 2-3 lauk): Rp 25.000 – Rp 30.000
- Ketoprak Jakarta: Rp 20.000
- Bubur Spesial: Rp 18.000
- Es Teh Manis: Rp 5.000
- Air Mineral: Rp 3.000
Dengan budget sekitar Rp 50.000 per orang, kamu sudah bisa makan kenyang plus minum. Sangat worth it untuk kualitas dan porsi yang diberikan.
Jangan Sampai Nyasar: Rute Menuju Lokasi
Bagi kamu yang belum familiar dengan Serpong, jangan khawatir. Gerobak Betawi ini terletak di jalur utama. Jika kamu dari arah BSD City atau Alam Sutera, kamu bisa menuju Jalan Raya Serpong arah ke Puspiptek/Paradise. Gerobak ini berada di sisi jalan (biasanya buka sore hingga malam). Lebih mudahnya, gunakan aplikasi navigasi seperti Waze atau Google Maps dan cari “Gerobak Betawi Serpong”. Mereka biasanya buka mulai pukul 18.00 hingga tengah malam, atau bahkan lebih larut jika ramai.
Agar Pengalaman Makin Asyik: Tips Berkunjung
- Waktu Terbaik: Datanglah antara pukul 19.00 – 21.00 untuk menghindari antrean yang terlalu panjang, tapi masih mendapatkan suasana ramai.
- Pakaian: Gunakan pakaian santai dan nyaman. Ini tempat makan kaki lima, jadi jangan pakai baju terlalu formal.
- Pesanan Andalan: Coba Nasi Angkringan dan Ketoprak. Jika ingin sesuatu yang ringan, Bubur Spesial adalah pilihan juara.
- Bawa Cash: Sejauh yang saya lihat, mereka hanya menerima pembayaran tunai.
- Parkir: Hati-hati dengan parkir. Usahakan naik motor atau mobil yang siap menepi di area yang agak sempit.
- Ekspektasi: Datanglah dengan ekspektasi menikmati makanan rakyat yang jujur, bukan fine dining. Nikmati suasana dan obrolan.
Penutup: Lebih Dari Sekadar Gerobak
Jadi, apakah Gerobak Betawi Serpong berhasil mengobati rindu saya pada Jogja? Jawabannya: hampir. Dari segi rasa Nasi Angkringannya, mereka berhasil dengan gemilang. Tapi yang lebih menarik, tempat ini justru menawarkan sesuatu yang lebih: sebuah perpaduan. Di sini, kamu bisa merasakan kehangatan masakan rumah ala angkringan Jogja sekaligus kegurihan hidangan Betawi seperti Ketoprak, semua dalam satu titik lokasi. Ini adalah bukti bahwa kuliner Indonesia itu dinamis dan saling mengisi. Buat kamu yang di Serpong, Tangerang Selatan, atau sekitarnya dan sedang ingin makan enak dengan harga bersahabat, atau mungkin juga sedang dilanda rindu pada kota lain, Gerobak Betawi Serpong layak untuk dicoba. Siapkan perut kosong dan nikmati setiap suapan sederhana nan istimewa ini. Sampai jumpa di gerobak berikutnya!



