Rindu Jogja, Ketemu Surga Angkringan di Serpong
Pernah nggak sih, kamu tiba-tiba kangen banget sama suasana angkringan Jogja? Yang sederhana, hangat, dengan nasi kucing dan sate usus yang bikin nagih. Saya mengalaminya beberapa hari lalu. Hati ini meronta-ronta ingin kembali ke Malioboro, tapi kaki masih terpancang di Tangerang. Daripada merana, saya pun berburu. Kata kuncinya: “angkringan Serpong”. Dan setelah menjelajahi peta digital, mata saya tertumbuk pada satu nama: Gerobak Betawi Serpong. Namanya “Betawi”, tapi reviewnya banyak yang bilang nuansa Jawa-nya kuat. Penasaran? Saya ajak istri, dan kami pun meluncur untuk sebuah misi: memuaskan kerinduan dan mengisi perut.

Suasana & Lokasi: Sederhana yang Menenangkan
Gerobak Betawi Serpong ini berlokasi di kawasan Serpong, Tangerang Selatan. Tepatnya di pinggir jalan yang cukup ramai, tapi begitu kamu parkir dan mendekat, aura kesederhanaannya langsung menyergap. Konsepnya memang gerobak, dengan tenda biru sederhana yang menjadi pelindung bagi beberapa meja dan bangku plastik. Lampu temaram, suara gemericik air dari dispenser galon, dan bunyi senggolan piring adalah soundtrack-nya. Bukan tempat mewah, tapi justru di situlah charm-nya. Saya langsung teringat warung-warung lesehan di Yogyakarta yang selalu ramai setelah maghrib.
Detail Tempat dan Pelayanan
Kapasitas tempat duduk terbatas, mungkin hanya untuk 15-20 orang. Saat kami datang, hampir semua kursi terisi. Pelayannya cepat dan ramah. Meski sibuk, Mas-mas yang jaga tetap sigap membersihkan meja dan mengantar pesanan. Yang menarik, meski namanya Gerobak Betawi, mayoritas menu yang terpampang justru mengingatkan saya pada angkringan Jogja. Ada nasi kucing, sate usus, sate telur puyuh, tempe bacem, dan lain-lain. Tapi ada juga beberapa jagoan khas Jakarta seperti Ketoprak dan Bubur. Perpaduan yang unik!

Review Rasa: Nostalgia Jogja & Kejutan Jakarta
Kami memesan beberapa item untuk dicoba. Inilah cerita detail dari setiap gigitan:
Nasi Angkringan (Paket Nasi Kucing)
Inilah obat rindu utama saya. Sepiring nasi putih hangat dengan lauk di sekelilingnya. Saya pesan paket komplit: ada sate usus, sate telur puyuh, tempe bacem, dan sambal. Sate ususnya adalah bintangnya! Potongannya tidak terlalu kecil, dibakar dengan sempurna hingga bagian luarnya renyah dan dalamnya tetap kenyal. Bumbu kecap manisnya pas, tidak terlalu mendominasi. Sate telur puyuh juga enak, gurih dan padat. Tempe bacemnya memiliki rasa manis gurih yang meresap sampai ke dalam, teksturnya lembut tapi tidak hancur. Yang membuatnya semakin autentik adalah sambal korek-nya! Pedasnya membakar, tapi begitu segar. Rasanya… hampir 90% mendekati kenangan saya di Jogja. Hanya kurang sedikit “embun malam” dan suara kereta saja.
Ketoprak Jakarta
Karena namanya Gerobak Betawi, wajib hukumnya mencoba Ketoprak. Porsinya cukup besar dalam mangkuk. Isiannya lengkap: lontong, tahu goreng, bihun, taoge, dan telur. Siraman bumbu kacangnya kental, gurih, dan terasa kacang tanah sangrainya yang wangi. Yang membedakan dengan ketoprak lain mungkin di kerupuknya dan sedikit sentuhan kecap manis. Rasanya… oke aja. Jujur, ini Ketoprak yang enak dan memuaskan, tapi tidak memberikan kejutan atau kesan yang sangat mendalam. Mungkin karena selera saya lebih condong ke bumbu kacang yang lebih kental dan pedas. Tapi untuk standar gerobak, ini sudah di atas rata-rata.
Bubur Spesial (Hampir Kehabisan!)
Ini cerita serunya! Istri saya ingin bubur. Saat pesan, ternyata Bubur Spesial tinggal satu porsi terakhir! “Kebagian, Bu!” kata abangnya. Kami merasa beruntung. Dan ternyata, keberuntungan itu terbayar lunas. Bubur Spesialnya adalah bubur ayam komplit dengan tambahan cakwe, kerupuk, telur, dan suwiran ayam yang banyak. Buburnya lembut dan panas, kuah kuningnya gurih dengan kaldu ayam yang terasa. Yang membuatnya spesial adalah ayam suwirnya yang dibumbui semacam kecap asin, jadi ada rasa gurih-asin yang nikmat. Cakwe-nya masih renyah saat disajikan. Kombinasi tekstur dan rasa di mangkuk ini benar-benar memanjakan, terutama di malam yang agak dingin. Istri saya sampai mengangguk-angguk puas.

Daftar Harga (Perkiraan)
Berikut perkiraan harga yang kami dapatkan. Harap diingat harga bisa berubah.
- Nasi Angkringan Paket Komplit: Rp 25.000 – Rp 30.000
- Ketoprak Jakarta: Rp 20.000 – Rp 25.000
- Bubur Spesial: Rp 25.000 – Rp 30.000
- Sate Usus (10 tusuk): Rp 15.000
- Es Teh / Jeruk: Rp 5.000
Untuk porsi, rasa, dan lokasinya, harga-harga di atas sangat terjangkau. Kami berdua kenyang dengan total belanja sekitar Rp 80.000-an.
Rute Menuju Lokasi Gerobak Betawi Serpong
Lokasinya cukup strategis. Jika kamu menggunakan aplikasi pemetaan seperti Google Maps, cukup ketik “Gerobak Betawi Serpong”. Biasanya gerobak ini beroperasi di sekitar Jalan Raya Serpong atau jalan-jalan utama di kawasan BSD dan Serpong pada malam hari. Rekomendasi saya, datanglah setelah maghrib hingga larut malam karena baru buka. Parkir mobil agak terbatas, biasanya memanfaatkan bahu jalan. Lebih mudah jika naik motor.
Tips Berkunjung
- Waktu Terbaik: Datang antara jam 7 malam hingga 11 malam. Lebih awal biasanya lebih sepi, lebih telat bisa kehabisan menu spesial seperti Bubur tadi.
- Pesanan Andalan: Wajib coba Nasi Angkringan paket komplit dan sate ususnya. Jika suka bubur, tanyakan Bubur Spesial dari awal.
- Bawa Cash: Sejauh yang saya lihat, mereka hanya menerima pembayaran tunai.
- Ekspektasi Tempat: Siapkan mental untuk suasana kaki lima yang sederhana. Ini bagian dari pengalamannya.
- Bersabar: Di akhir pekan atau malam ramai, antrian bisa terjadi. Nikmati saja suasana dan obrolan ringan sambil menunggu.
Penutup: Lebih dari Sekadar Gerobak
Gerobak Betawi Serpong ini bagi saya adalah sebuah oasis. Ia berhasil menjembatani kerinduan saya akan cita rasa Jogja dengan kenyamanan berada di Tangerang. Ia membuktikan bahwa makan enak tidak harus mahal atau di tempat mewah. Yang dibutuhkan hanya cita rasa yang jujur, suasana yang hangat, dan porsi yang membuat perut senang. Apakah rasanya sama persis dengan angkringan di Jogja? Mungkin tidak 100%, tapi 90%-nya sudah cukup untuk membuat senyum dan rasa kangen itu mereda. Ketopraknya solid, dan Bubur Spesialnya adalah bonus keberuntungan yang tak terlupakan. Jadi, jika kamu di Serpong, BSD, atau sekitarnya dan ingin merasakan nostalgia angkringan atau sekadar mencari makan malam yang hangat dan mengenyangkan, Gerobak Betawi Serpong wajib masuk list. Siap-siap berdesakan di bangku plastik, dan biarkan lidahmu berkelana.
Sampai jumpa di review kuliner berikutnya! Jangan lupa share pengalamanmu ke saya ya.



