Rindu Jogja, Ketemu Angkringan di Sudut Serpong

Pernah nggak sih, kamu tiba-tiba kangen banget sama suasana dan rasa makanan dari suatu tempat? Itulah yang saya alamin beberapa hari lalu. Rindu yang menggebu-gebu pada angkringan Jogja, pada nasi kucing hangat dengan sambal yang bikin mata melek. Tapi, saya lagi di Serpong, Tangerang Selatan. Mungkinkah ada yang bisa memuaskan kerinduan ini? Pencarian di Google Maps akhirnya membawa saya ke sebuah tempat dengan nama yang sederhana: Gerobak Betawi Serpong. Dari namanya sih, kedengarannya lebih khas Jakarta, tapi deskripsi dan review-nya menyebut ada menu “Nasi Angkringan”. Langsung saja, saya ajak istri untuk membuktikan sendiri.

Gerobak betawi Serpong

Suasana & Lokasi: Simpel, Ramai, dan Penuh Cerita

Gerobak Betawi Serpong ini berlokasi di Jalan Raya Serpong, tepatnya di area yang cukup ramai dengan pedagang kaki lima lainnya. Kalau kamu mencari panduan visual yang lebih jelas, lokasi pastinya bisa kamu cek di Google Maps. Saya datang sekitar jam 7 malam, dan suasana sudah cukup ramai. Konsepnya memang gerobak dengan beberapa kursi plastik dan meja lipat yang ditata di tepi jalan. Lampu neon dan lampu tempel memberikan penerangan yang cukup terang, menciptakan atmosfer makan di pinggir jalan yang khas dan bersahaja.

Suasanya riuh rendah dengan obrolan pengunjung, suara letupan wajan, dan aroma sedap yang langsung menggugah selera. Meski sederhana, tempat ini terasa hidup dan hangat. Cocok banget untuk makan santai setelah seharian kerja, atau sekadar nongkrong ringan. Parkir mobil agak terbatas, biasanya parkir di pinggir jalan yang agak jauh, jadi lebih disarankan naik motor atau ride-hailing.

Menu yang Menggoda: Dari Betawi Hingga Jogja

Begitu duduk, saya langsung disambut dengan daftar menu yang ditempel di gerobak. Jujur, saya agak bingung memilih. Di satu sisi, nama “Gerobak Betawi” menjanjikan hidangan khas Jakarta seperti Ketoprak, Soto Betawi, atau Kerak Telor. Di sisi lain, kerinduan saya pada Jogja tertuju pada tulisan “Nasi Angkringan”. Akhirnya, kami memutuskan untuk memesan beberapa item untuk dicoba sekaligus.

Gerobak betawi Serpong

Review Rasa: Nostalgia yang (Hampir) Sempurna

Mari kita bahas satu per satu, berdasarkan pengalaman lidah saya dan istri malam itu.

1. Nasi Angkringan: Penawar Rindu

Inilah alasan utama saya datang. Porsinya disajikan di atas piring kertas dengan nasi putih hangat, dilengkapi dengan beberapa lauk pilihan. Saya memilih tempe orek, sambal teri kacang, telur balado, dan tentu saja, sambal yang menjadi jiwa dari angkringan. Pertama-tama, saya cicipi nasinya. Teksturnya pulen dan hangat, sudah bagus. Tempe oreknya manis-gurih pas, tidak terlalu basah dan tidak kering. Telur baladonya memiliki rasa rempah yang meresap, pedasnya cukup menggentak.

Namun, klimaksnya adalah sambalnya. Sambal di Gerobak Betawi Serpong ini… mengingatkan saya pada angkringan di sekitar Malioboro. Pedasnya bukan sekadar panas di lidah, tapi ada kedalaman rasa dari bawang merah goreng dan sedikit asam. Itu adalah pedas yang “nendang” tapi tetap bisa dinikmati. Apakah persis seperti di Jogja? Mungkin ada sentuhan lokal sedikit, tapi untuk ukuran di Serpong, ini adalah penawar rindu yang sangat-sangat memuaskan. Rasa nostalgia itu benar-benar terasa.

2. Ketoprak Jakarta: Oke, Tapi Bukan yang Terbaik

Karena namanya Gerobak Betawi, saya merasa wajib mencoba Ketoprak. Penampilannya menarik: lontong, tahu, tauge, dan bihun disiram saus kacang kental yang ditaburi kerupuk dan bawang goreng. Saus kacangnya cukup kental dan gurih, rasa kacangnya dominan. Namun, menurut saya, ada sedikit yang kurang. Mungkin di bagian keseimbangan manis dan gurihnya, atau mungkin kelembutan lontongnya. Rasanya oke, enak untuk dinikmati, tapi tidak meninggalkan kesan “wah”. Kalau kamu penggemar ketoprak, mungkin ini pilihan yang aman, tapi saya rasa masih ada ketoprak lain di area Jakarta yang lebih “ngeri”. Seperti yang saya bilang ke istri, “Rasanya oke aja, sih.”

3. Bubur Spesial: Keberuntungan di Piring Terakhir

Ini adalah cerita menarik. Istri saya ingin mencoba Bubur Spesial mereka. Saat kami memesan, abangnya bilang, “Bubur Spesial tinggal 1 pesanan, Bu, untung kebagian.” Wah, merasa beruntung sekali! Bubur ini datang dengan penampilan yang “spesial” banget. Bukan bubur ayam biasa. Bubur nasinya lembut dan panas, di atasnya ada potongan ayam suwir, cakwe, kacang tanah, daun seledri, bawang goreng, dan ada tambahan seperti telur pindang dan jeroan (ati ampela).

Rasanya? Komplit dan gurih! Kuah kaldu ayamnya terasa meresap ke dalam bubur. Kombinasi tekstur dari lembutnya bubur, renyahnya kacang dan cakwe, serta kenyalnya ati ampela, benar-benar memanjakan lidah. Ini adalah bubur yang “serius”, cocok untuk makan malam yang mengenyangkan. Istri saya sangat menyukainya dan bilang ini adalah pemenang malam itu. Keberuntungan kami dapat piring terakhir benar-benar berbuah manis.

Gerobak betawi Serpong

Daftar Harga (Perkiraan)

Secara keseluruhan, harga di Gerobak Betawi Serpong sangat terjangkau dan sesuai dengan porsi yang diberikan. Berikut perkiraan harganya berdasarkan pesanan kami:

  • Nasi Angkringan (dengan 3 lauk): Rp 20.000 – Rp 25.000
  • Ketoprak Jakarta: Rp 18.000 – Rp 22.000
  • Bubur Spesial: Rp 25.000 – Rp 30.000
  • Es Teh Manis: Rp 5.000

Untuk dua orang dengan pesanan lengkap plus minuman, totalnya tidak sampai Rp 100.000. Sangat worth it untuk kepuasan dan kenyang yang didapat.

Rute Menuju Lokasi Gerobak Betawi Serpong

Bagi kamu yang belum familiar dengan area Serpong, berikut panduan sederhananya:

  • Dari Tol Jakarta-Serpong: Keluar di gerbang tol Serpong, lalu ikuti Jalan Raya Serpong ke arah BSD City. Gerobak Betawi ini berada di tepi jalan raya, di sisi kanan jalan (jika dari arah tol menuju BSD), biasanya berdekatan dengan ruko-ruko dan pedagang lain. Lebih mudahnya, ketik saja “Gerobak Betawi Serpong” di aplikasi maps.
  • Dari Stasiun Sudimara: Bisa naik angkutan online atau ojek online dengan jarak tempuh sekitar 10-15 menit.
  • Dari BSD City: Menuju Jalan Raya Serpong arah ke Jakarta, lokasinya akan berada di sisi kiri jalan.

Mereka biasanya buka dari sore hingga larut malam, sekitar jam 5 sore sampai habis (bisa sampai jam 11 malam atau lebih).

Tips Berkunjung ke Gerobak Betawi Serpong

  • Datang Lebih Awal: Seperti pengalaman kami dengan bubur spesial, menu tertentu bisa cepat habis. Datang sebelum jam 8 malam lebih aman untuk pilihan menu lengkap.
  • Siapkan Uang Cash: Sejauh yang saya lihat, mereka mungkin belum menerima pembayaran digital. Jadi, siapkan uang tunai.
  • Pakaian Santai Saja: Suasana sangat kasual, jadi kamu bisa pakai kaos dan celana pendek dengan nyaman.
  • Coba Sambalnya: Khusus untuk pemesan nasi angkringan, jangan ragu minta sambal lebih jika kamu suka pedas. Sambal mereka adalah salah satu highlight-nya.
  • Parkir: Jika bawa mobil, siap-siap parkir agak jauh dan berjalan kaki sebentar. Motor lebih praktis.

Kesimpulan: Tempat Sederhana dengan Cita Rasa yang Berbicara

Jadi, apakah Gerobak Betawi Serpong berhasil memuaskan kerinduan saya pada angkringan Jogja? Iya, dengan sangat baik. Meski namanya Betawi, mereka paham betul bagaimana menghadirkan rasa angkringan yang autentik. Menu andalan seperti Nasi Angkringan dan Bubur Spesial mereka benar-benar juara. Untuk Ketoprak, mungkin masih ada ruang untuk improvement, tapi secara keseluruhan tidak mengecewakan.

Tempat ini membuktikan bahwa makanan enak dan memori indah tidak harus selalu datang dari tempat yang mewah. Kadang, di gerobak sederhana di pinggir jalan Serpong, kita bisa menemukan kejutan yang manis: rasa nostalgia yang hangat, piring terakhir yang beruntung, dan makan malam yang sederhana namun sangat memuaskan. Buat kamu yang di sekitar Serpong, BSD, atau Gading Serpong dan lagi pengen makan malam yang enak, murah, dan penuh cerita, Gerobak Betawi Serpong wajib masuk list coba!

Saya sendiri sudah menandainya di Google Maps sebagai “Tempat Penawar Rindu Jogja”. Kapan-kapan, saya pasti balik lagi, mungkin untuk mencoba Soto Betawi atau menu lainnya. Kalau kamu coba, ceritain pengalamanmu di kolom komentar ya!

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply