Siang ini, Day 4 di Solo, saya menyelinap satu jeda sebelum check-out dari Novotel Solo. Anak lagi semangat karena dengar kata “bakso”, dan kami butuh makan yang cepat dan bikin kenyang. Pilihan jatuh ke Bakso Alex Solo—tempat yang selalu disebut teman-teman kalau urusan bakso dengan porsi lega. Kami masuk, pesan ringkas, berharap semangkuk hangat yang ramah anak dan tidak butuh waktu lama. Buat Kamu yang butuh mangkuk hangat sebelum check-out, Bakso Alex Solo ini jadi jawaban cepat dan aman untuk keluarga.

Kenapa Saya Datang
Saya datang dengan ekspektasi sederhana: makan siang yang praktis, porsinya cukup, dan rasa konsisten. Di area Solo yang pilihan baksonya banyak, Bakso Alex dikenal dengan porsi banyak dan variasi isi—dua hal yang relevan untuk keluarga. Buat Kamu yang sedang melintas, berada di sekitar pusat kota, atau menunggu jam check-out, tempat ini termasuk aman disinggahi. Tidak muluk-muluk: saya ingin semangkuk kuah hangat, bakso yang “ngepas” di lidah anak, dan proses yang efisien.
Pengalaman Makan Bakso Enak di Solo: Hangat, Padat, dan Tertib
Rasa, Tekstur, dan “Gigitan” yang Nyaman
Kuahnya ringan-jernih namun tetap punya tulang belakang rasa gurih. Bukan tipe kuah yang menutupi semua, tapi cukup mengikat tiap elemen di mangkuk. Bakso halus terasa lembut, tidak berbau menyengat, dan pas untuk anak—mudah digigit, mudah diseruput bareng kuah panas. Bakso urat memberi kontras: ada “kriut” halus saat dikunyah, masih masuk kategori ramah keluarga karena uratnya bukan tipe yang keras. Mie kuning dan/atau bihun mengisi ruang tanpa membuat kuah “berat”; sayurannya menjaga suhu mulut tetap nyaman. Aftertaste-nya bersih—tidak menyisakan jejak lemak berlebih. Di Bakso Alex Solo, bakso halusnya lembut dan bersih di aftertaste, sementara uratnya tetap punya gigitan tanpa terasa keras.
Alur Pesan–Tunggu–Saji
Datang siang hari (memang paling enak dimakan saat siang), saya langsung antre dan menyebutkan komposisi yang diinginkan. Waktu menunggu pesanan: 10–15 menit. Di jam ramai, antrean bergerak rapi; pesanan diserahkan berurutan, jadi kita bisa memperkirakan kapan mangkuk mendarat di meja. Topping sambal dan cuka disiapkan di sisi, mudah dijangkau, dan Kamu bisa menyesuaikan pedas sesuai preferensi. Secara keseluruhan, alurnya tertib: pesan – tunggu – saji tanpa drama.
Informasi Praktis yang Perlu Kamu Tahu
- Enak dimakan saat: Siang (nyata terasa—kuah hangat pas buat rehat tengah hari).
- Jam ramai: 12.00–14.00 (siapkan sedikit waktu ekstra untuk antre).
- Parkir motor/mobil: Tepi jalan (datang sedikit sebelum puncak ramai akan lebih santai).
- Kelebihan lain: Porsi banyak dan variasi isi (urat, halus, campur; mie dan pelengkap fleksibel).
- Sudah berdiri sejak: — (informasi pasti tidak tersedia saat saya berkunjung).
- Waktu menunggu pesanan: 10–15 menit (di jam ramai tetap terjaga).
- Durasi di lokasi: 30–40 menit (cukup untuk makan tenang lalu lanjut aktivitas).
- Puncak ramai Bakso Alex Solo biasanya di 12.00–14.00, jadi datang sedikit lebih awal membantu memangkas antre.
Ngobrol Singkat dengan Karyawan
- Bakso urat vs halus: Urat untuk yang suka tekstur “berisi” dan sedikit kriut; halus untuk rasa lembut dan ramah anak.
- Porsi anak: Bisa disiasati dengan komposisi lebih kecil—misalnya fokus di bakso halus plus kuah dan sedikit mie.
- Mie bisa separuh? Bisa. Tinggal sampaikan saat pesan (setengah porsi mie atau pilih bihun saja).
- Sambal pedasnya berapa? Karakternya pedas “tegas” tapi tidak membakar; mulai dari ½ sendok lalu tambah bertahap.
Komparasi Ringkas: Bakso Alex vs Bakso Tunggal Rasa
Di Solo, Bakso Tunggal Rasa sering muncul sebagai alternatif ketika Kamu cari bakso yang konsisten. Bakso Alex unggul dalam porsi banyak dan variasi pilihan isi yang memudahkan kustomisasi, apalagi untuk keluarga. Sementara Tunggal Rasa bisa jadi opsi jika Kamu ingin suasana berbeda atau sedang berada lebih dekat ke cabang mereka. Intinya, keduanya punya penggemar masing-masing; pilih berdasarkan jarak, waktu yang Kamu punya, dan preferensi tekstur (urat vs halus). Perlu dicatat: komparasi ini bukan soal siapa lebih “wah”, melainkan soal kecocokan dan konteks kunjungan.
Tips Kunjungan: Biar Makan Siang Makin Lancar
- Datang sebelum 12.00 atau setelah 14.00 agar lebih leluasa duduk dan antre lebih singkat.
- Tentukan komposisi dari awal: urat, halus, atau campur; mie kuning/bihun/setengah porsi. Ini menghemat waktu saat memesan.
- Untuk keluarga/anak: prioritaskan bakso halus dan kuah hangat; minta mie separuh agar tidak kekenyangan.
- Pedasnya bertahap: mulai dari ½ sendok sambal, cicip kuah, lalu sesuaikan.
- Parkir tepi jalan: cek sisi yang aman dan tidak mengganggu lalu lintas; kalau padat, turunkan penumpang dulu, baru cari spot.
- Atur durasi: targetkan 30–40 menit total (sudah termasuk antre singkat) kalau Kamu ada agenda setelahnya, misalnya check-out atau perjalanan lanjut.
- Bawa air minum anak sendiri bila perlu; walau minuman tersedia, anak kadang cocoknya yang biasa ia minum.
- Bagi mangkuk berdua (parent–anak): hemat ruang dan memudahkan kontrol porsi.
- Kalau datang dengan anak, minta mie separuh di Bakso Alex Solo agar kuah dan baksonya tetap dominan dan mudah dihabiskan.

Detail Sensorik yang Membantu Kamu Memutuskan
- Kuah: jernih, gurih ringan; tetap “hidup” meski ditambah cuka atau sambal.
- Bakso halus: lembut, bersih, gampang dikunyah anak; enak saat dicelup sambal tipis.
- Bakso urat: ada tekstur kriut, bukan keras; enak untuk Kamu yang rindu gigitan lebih “berisi”.
- Mie/bihun: tidak berlebihan; kalau Kamu tipe “kuah-first”, minta setengah mie agar kuah tetap dominan.
- Sayur pelengkap: menyegarkan mulut, bikin mangkuk tidak monoton.
- Aftertaste: bersih dengan sisa hangat jaruh dari kuah—membuat suapan berikutnya tetap nyaman.
Variasi Isi: Cara Saya Menyusun Mangkuk
Saya memilih campur urat–halus agar anak bisa mengambil yang halus, sementara saya menikmati beberapa butir urat. Mie separuh, lalu tambah bihun tipis supaya tekstur tidak “padat” di satu sisi. Sambal saya mulai dari ½ sendok; setelah tiga suapan, saya tambah sedikit untuk menjaga ritme pedas tanpa menguasai kuah. Dengan komposisi ini, satu mangkuk terasa cepat habis namun tetap kenyang, pas untuk jeda siang yang singkat.
Pelayanan: Singkat, Jelas, dan Tidak Ribet
Sistem antre dan penyajian di jam ramai tetap terkendali. Petugasnya to the point, membantu ketika saya minta mie separuh dan memastikan porsi anak mudah disusun. Buat Kamu yang tidak ingin berlama-lama, gaya layanan seperti ini menyenangkan—tidak banyak basa-basi, tapi perhatian pada detail permintaan.
Lihat Lokasi: google maps
Waktu Terbaik Datang (Kalau Kamu Punya Agenda Padat)
- Pukul 11.00–11.45: sebelum puncak ramai; waktu tunggu relatif pendek.
- Pukul 14.00–15.00: selepas puncak; ritme makan lebih santai.
- Jika Kamu harus makan di 12.00–14.00, pastikan komposisi pesanan sudah fix saat berdiri di depan kasir—menghemat menit berharga.
Pesan yang Pas untuk Bakso Keluarga Solo
- Untuk anak: bakso halus + kuah + setengah porsi mie; sambal diabaikan dulu.
- Untuk orang tua: campur urat–halus; pedas bertahap; tambahkan sayur untuk menjaga mulut segar.
- Sharing mangkuk: porsi banyak memudahkan berbagi, terutama jika anak sedang tidak terlalu lapar.
Jadi Wajib gak Nih?
Layak—terutama kalau Kamu butuh makan cepat, ingin kenyang tanpa bertele-tele, dan sedang mencari opsi favorit-anak. Bakso Alex Solo menawarkan porsi yang menguntungkan, variasi isi yang memudahkan kustomisasi, dan alur pesan–saji yang efisien. Bukan tempat “show-off”; ini tempat untuk hasil nyata di jam genting siang. Untuk keluarga di perjalanan, itu yang paling penting.
Baca Juga: Kuliner Magelang
Ringkasnya untuk Kamu yang Lagi Buru-buru
- Jam ramai: 12.00–14.00
- Tunggu: 10–15 menit
- Parkir: tepi jalan
- Durasi total: 30–40 menit
- Kelebihan: porsi banyak, variasi isi
- Kompetitor sejenis: Bakso Tunggal Rasa
- Enak saat: siang
- Sudah berdiri sejak: —
- Intinya, Bakso Alex Solo itu cepat, kenyang, dan ramah anak untuk jeda siang yang padat.
Baca Juga: Kedai Bukit Rhema




Pingback: 7 Alasan Es Krim Tentrem Solo Legendaris untuk Momen Sore yang Adem - Local x Food