Day 8 di Jogja, sore itu udara masih hangat dan anak sudah mulai gelisah di kursi mobil. Setelah seharian jalan, kami cuma punya satu misi sederhana: cari yang dingin dan manis buat cooling down bareng-bareng. Saya langsung kepikiran gelato, dan nama pertama yang muncul di kepala tentu saja Tempo Gelato Jogja. Rasanya pas banget: sesuatu yang ringan, segar, tapi tetap bikin mood naik sebelum malam terakhir di kota ini.

Kenapa Akhirnya Saya Milih Tempo Gelato Jogja

Tempo Gelato bukan sekadar “tempat beli es krim”, tapi sudah jadi ikon kuliner Jogja versi dessert dingin. Outlet pertama mereka ada di kawasan Prawirotaman sejak 2015 dan pelan-pelan berkembang ke beberapa titik lain, termasuk Kaliurang yang sering lewat kalau habis main ke arah utara.

Yang bikin saya tertarik, dua hal:

  1. Banyak rasa sampai kadang bikin bingung mau pilih apa.
  2. Suasana instagramable dengan gaya industrial-rustic: dinding bata, lampu gantung hangat, dan jam besar ikonik di fasadnya.

Begitu masuk, kamu langsung disambut etalase panjang penuh warna. Ada deretan gelato berbasis susu, ada juga sorbet buah yang lebih seger dan ringan. Menurut saya, ini tipe tempat yang cocok kalau kamu traveling bareng keluarga: anak happy, orang dewasa bisa nongkrong santai tanpa harus makan berat dulu.

Secara konsep, Tempo Gelato Jogja memang mengusung gelato rumahan ala Italia, tanpa pewarna dan perisa buatan, dan sekarang sudah tersertifikasi halal. Buat keluarga yang concern soal bahan, ini cukup menenangkan.

Baca Juga : Kuliner Magelang di Borobudur


Begitu mobil belok ke arah Prawirotaman, suasananya langsung berubah jadi lebih hidup. Café-café kecil, penginapan, dan turis yang lalu-lalang bikin area ini berasa “mini turis village”-nya Jogja. Saya pilih cabang Prawirotaman karena rute hari itu memang lebih dekat ke kota, tapi Tempo Gelato Kaliurang pun vibe-nya mirip: bangunan besar dua lantai, jendela kaca tinggi, dan nuansa hangat dari lampu kuning di dalam.

Karena kami datang sekitar jam 16.30, ini tuh jam rawan ngantuk sekaligus jam rawan lapar kecil. Anak sudah mulai minta jajan, saya butuh yang dingin manis buat ngadem. Gelato terasa paling pas: nggak seberat makan besar, tapi cukup bikin energi balik lagi.

Di jam-jam segini, Tempo Gelato Jogja mulai terasa ramai. Antrian belum mengular, tapi kursi pelan-pelan terisi. Ini memang jam favorit banyak orang buat nongkrong ringan sebelum lanjut agenda malam.


Pengalaman Makan di Tempo Gelato Jogja

tempo gelato jogja
Tempo Gelato

Pengalaman makan gelato di Tempo Gelato selalu dimulai dengan momen yang sama: bengong di depan etalase. Varian rasanya banyak banget. Dari yang klasik seperti vanilla, chocolate, pistachio, sampai yang lebih berani seperti kemangi, dragon fruit, yoghurt sorbet, caramel mix fruit dan lain-lain.

Saya biasanya:

  • Satu rasa aman buat anak (misalnya vanilla choco atau Nutella).
  • Satu rasa “eksperimen” buat saya dan pasangan, misalnya kemangi atau sorbet buah.

Begitu diciduk, teksturnya kelihatan padat tapi lembut. Di mulut, gelatonya creamy tapi nggak bikin enek, dengan aftertaste yang bersih. Untuk sorbet buah, rasa asam-manisnya segar dan nggak terasa “sirup banget”.

Buat saya, Tempo Gelato paling enak dinikmati sore sampai malam. Siang hari Jogja bisa panas banget, tapi kadang terlalu silau dan ramai. Sore–malam lebih adem, lampu-lampu di dalam kedai menyala, dan ambience industrial-nya berasa lebih hangat dan cozy.

Lihat Lokasi : Google Maps

Soal alur pesanannya kurang lebih begini:

  1. Kamu antre di kasir, pilih ukuran cup atau cone.
  2. Bayar dulu, ambil struk.
  3. Lanjut ke etalase, tunjuk rasa-rasa yang kamu mau.
  4. Tunggu sebentar, gelato sudah siap dibawa ke meja.

Biasanya saya menunggu sekitar 5–10 menit dari antre sampai gelato di tangan, tergantung seberapa panjang antrian di depan. Waktu total di lokasi sekitar 20–30 menit sudah cukup buat makan, foto-foto, dan ngajak anak keliling lihat interior.


Informasi Praktis Datang ke Tempo Gelato Jogja

Jam Ramai dan Suasana

  • Jam ramai: sekitar 16.00–20.00, terutama saat weekend dan musim liburan. Di jam ini antrean cenderung panjang dan cari tempat duduk bisa agak tricky.
  • Di luar jam tersebut, misalnya awal buka atau mendekati jam tutup, suasana biasanya lebih santai.

Tempo Gelato buka dari pagi menjelang siang sampai malam (di beberapa sumber disebut sekitar 09.00–22.30, tapi selalu cek lagi jam buka terkini sebelum berangkat).

Di Prawirotaman, ada area parkir di depan, tapi saat ramai akan terasa terbatas, terutama untuk mobil. Kadang kamu harus sedikit sabar muter dulu atau turun duluan sambil sopir cari parkir.

Di cabang Kaliurang, masalahnya mirip: area sekitar kedai sering padat kendaraan yang keluar-masuk, apalagi di akhir pekan. Beberapa warga lokal bahkan menghindari lewat depan Tempo Gelato saat musim liburan karena antrean parkir bisa mengular sampai ke jalan utama.

Tempo Gelato memang bukan kedai es krim tua era 1940-an, tapi untuk ukuran brand yang baru mulai sekitar 2015, statusnya sudah terasa “legendaris baru” di jagat dessert Jogja.
Kalau kamu tanya teman-teman tentang rekomendasi gelato di Jogja, nama ini hampir selalu muncul di tiga besar.


FAQ – Ngobrol Singkat dengan Karyawan Tempo Gelato Jogja

Saya sempat ngobrol sebentar dengan salah satu karyawan di balik etalase. Kurang lebih ini rangkumannya:

Rasa paling laris apa?

Katanya, rasa seperti Nutella, pistachio, chocolate, vanilla choco, plus beberapa sorbet buah seperti dragon fruit dan yoghurt hampir selalu jadi incaran. Kombinasi manis-aman dan seger-buah bikin semua umur punya pilihan favorit.

Gelato tahan berapa lama di luar freezer?

Kalau cuma diajak jalan sekitar kota di mobil ber-AC, kira-kira 20–30 menit masih oke. Tapi mereka tetap menyarankan gelato dimakan segera agar tekstur dan rasanya tetap maksimal, karena gelato memang lebih lembut dan mudah meleleh dibanding es krim biasa.

Kalau mau simpan di rumah gimana?

Idealnya disimpan di freezer paling dingin, di bagian yang jarang sering dibuka-tutup. Tekstur mungkin akan sedikit berubah kalau sudah keluar-masuk freezer, tapi rasanya masih enak selama tidak terlalu lama disimpan.

Bisa dikirim ekspedisi?

Untuk luar kota menggunakan ekspedisi biasa, mereka kurang menyarankan karena risiko meleleh tinggi. Yang paling aman saat ini adalah pesan lewat ojek online untuk area Jogja dan sekitarnya, atau bawa sendiri dalam cooler bag kalau kamu mau jadikan oleh-oleh ke kota tetangga.


Di Jogja, nama Artemy / Milk by Artemy juga sering muncul kalau bicara soal gelato. Brand ini bahkan dikenal sebagai salah satu pelopor kafe gelato di Yogyakarta, dengan varian rasa yang juga banyak dan suasana café yang estetik.

Perbedaan yang saya rasakan:

  • Tempo Gelato
    • Fokus ke suasana industrial hangat dengan etalase panjang penuh gelato.
    • Varian rasa berani dan cukup banyak, termasuk beberapa rasa unik.
    • Ambience-nya ramai, cocok buat nongkrong bareng teman atau keluarga.
  • Artemy / Milk by Artemy
    • Suasana café cenderung lebih “calm” dengan nuansa putih dan hijau yang adem.
    • Selain gelato, menu makanan dan dessert lain cukup variatif.
    • Cocok kalau kamu mau duduk lebih lama sambil kerja atau ngobrol santai.

Kalau kamu tipe yang suka suasana ramai dan pengin merasakan “ini lho gelato hits Jogja yang sering lewat di TikTok dan Instagram”, Tempo Gelato jelas masuk daftar wajib. Kalau mau suasana sedikit lebih tenang tapi tetap dapat gelato enak, Artemy bisa jadi alternatif manisnya.

Baca Juga : Mangut Lele Mbah Marto: Siang Pedas-Gurih di Jogja Selatan


Tips Kunjungan ke Tempo Gelato Jogja

Supaya pengalamanmu di Tempo Gelato tetap enak dari awal sampai akhir, beberapa tips ini bisa kamu contek:

1. Pilih Waktu Datang yang Lebih Santai

  • Kalau bisa, datanglah sebelum jam 16.00 atau setelah jam makan malam, misalnya pukul 20.30–21.30.
  • Hindari puncak jam ramai 16.00–20.00 di musim liburan, kecuali kamu memang siap antre dan rebutan kursi.

2. Manajemen Parkir

  • Kalau bawa mobil, siapkan opsi: satu turun duluan dengan anak, satu lagi cari parkir.
  • Di cabang Kaliurang, pertimbangkan naik ojek online dari penginapan supaya nggak ikut macet antrean parkir.

3. Strategi Pesan Rasa

  • Untuk kunjungan pertama, saya sarankan kombinasi:
    • Satu rasa aman (vanilla, chocolate, Nutella).
    • Satu rasa khas atau unik (pistachio, kemangi, dragon fruit sorbet, yoghurt).
  • Kalau datang rame-rame, lebih seru pesan beberapa cup dengan rasa berbeda lalu saling icip.

4. Bawa Anak? Ini Catatan Kecilnya

  • Pilih rasa yang tidak terlalu kuat alkohol atau kopi untuk anak.
  • Sediakan tisu basah dan tisu kering, karena gelato gampang meleleh dan tangan anak cepat belepotan.
  • Sore menjelang malam adalah waktu yang pas: anak sudah puas jalan-jalan, kamu dapat bonus suasana lampu yang lebih cantik buat foto-foto.

5. Mau Dibawa Pulang atau Jadi “Oleh-Oleh”?

  • Untuk jarak dekat di dalam kota, gunakan mobil ber-AC dan minta kemasan yang lebih aman.
  • Untuk perjalanan sedikit lebih jauh, pertimbangkan bawa cooler bag kecil berisi ice gel.
  • Kalau mau oleh-oleh yang lebih praktis, kamu bisa beli gelato lalu menikmatinya di penginapan, dan cukup bawa cerita serta foto-fotonya sebagai “oleh-oleh pengalaman”.

Jadi Wajib Banget Nggak Sih Mampir ke Tempo Gelato Jogja?

Buat saya, setelah beberapa kali mampir, Tempo Gelato Jogja itu masuk kategori “wajib dicoba minimal sekali” kalau kamu main ke Jogja, terutama kalau:

  1. Kamu suka dessert legit yang tetap terasa ringan.
  2. Kamu butuh sesuatu yang praktis: bisa mampir sebentar sore–malam di sela itinerary padat.
  3. Kamu cari spot yang bisa jadi “oleh-oleh foto” sekaligus tempat cooling down manis bareng keluarga.

Kalau ingin merasakan sisi lain kuliner Jogja selain gudeg, bakmi, atau sate, mampir ke Tempo Gelato bisa jadi penutup hari yang manis. Datanglah di waktu yang tepat, siap sedikit sabar soal parkir, dan biarkan lidahmu memilih rasa favoritnya sendiri.

Singkatnya: ya, menurut saya Tempo Gelato Jogja itu Wajib dicoba — karena oleh-oleh, legit, dan praktis

Show 1 Comment

1 Comment

Comments are closed