Halo Sobat Local, apa kabarnya hari ini? Semoga sedang dalam kondisi yang santai dan siap merencanakan pelarian singkat dari rutinitas. Bicara soal Jogja, kota ini memang tidak pernah kehabisan cara untuk membuat kita ingin kembali lagi. Kalau dulu kita mungkin lebih sering menghabiskan waktu di area Malioboro atau Prawirotaman, belakangan ini justru semakin banyak orang mencari cafe outdoor Jogja yang menawarkan suasana lebih tenang. Tren rekomendasi cafe outdoor Jogja dengan konsep menyatu dengan alam pun semakin diminati, terutama oleh mereka yang ingin menikmati waktu santai jauh dari keramaian kota.

Saya pribadi merasa bahwa duduk di bawah naungan pohon rindang atau di pinggir sawah sambil menyesap kopi hangat di cafe dengan suasana alam di Jogja memberikan sensasi relaksasi yang berbeda dibandingkan duduk di dalam ruangan ber-AC. Suasana seperti ini membuat banyak cafe outdoor nyaman di Jogja menjadi pilihan favorit sebagai tempat nongkrong alam Jogja sekaligus tempat healing di Jogja. Ada aroma tanah, semilir angin, dan panorama hijau yang menjadikan cafe view alam Jogja terasa sangat pas untuk menikmati cafe santai sore Jogja, baik bersama teman, pasangan, maupun sendiri. Tak heran jika banyak cafe outdoor Bantul Kulon Progo kini juga dikenal sebagai cafe outdoor instagramable Jogja yang menawarkan ketenangan sekaligus visual yang memanjakan mata.

Baca juga : Smart Tips Mengamankan Tempat Makan untuk Libur Lebaran 2026 di Magelang

Menghirup Aroma Pinus di Kopi Natadamar

Cafe Outdoor
visitingjogja.jogjaprov.go.id

Perjalanan saya awali menuju ke arah selatan, tepatnya di kawasan perbukitan Mangunan, Bantul. Di sini ada sebuah tempat bernama Kopi Natadamar. Sebenarnya, area Mangunan sendiri sudah terkenal dengan hutan pinusnya yang asri, dan cafe ini berhasil memanfaatkan potensi tersebut dengan sangat manis. Saat pertama kali sampai, saya disambut oleh deretan pepohonan pinus yang menjulang tinggi.

Daya tarik utama di sini adalah area duduknya yang dibuat seperti balkon kayu menghadap langsung ke arah lembah. Kalau Sobat Local datang saat sore hari menjelang matahari terbenam, pemandangannya terasa sangat syahdu. Saya sempat duduk di sana selama beberapa jam, hanya untuk melihat perubahan warna langit dari biru ke jingga. Udaranya cukup dingin, jadi pastikan membawa jaket tipis ya. Kopi Natadamar memberikan ruang bagi kita untuk merasa benar-benar dekat dengan alam tanpa banyak distraksi suara kendaraan.

Baca juga : Kedai Bukit Rhema: Sejarah Dan Cerita Di Balik Layar

Kesegaran Tanaman Hijau di Svarga Flora Coffee

Cafe Outdoor
www.instagram.com @svargaflora.coffee

Jika Sobat Local sedang berada tidak jauh dari pusat kota namun ingin merasakan suasana hutan kecil, Svarga Flora Coffee bisa menjadi pilihan yang menarik. Tempat ini memiliki konsep yang cukup unik karena menggabungkan antara toko tanaman (nursery) dengan area cafe. Begitu masuk, mata saya langsung dimanjakan dengan berbagai jenis tanaman hias yang ditata dengan rapi.

Duduk di sini rasanya seperti sedang berada di kebun pribadi yang sangat terawat. Meja dan kursinya tersebar di antara rimbunnya dedaunan, memberikan privasi alami antar pengunjung. Saya merasa tempat ini cocok sekali untuk Sobat Local yang ingin membaca buku atau bekerja santai (WFC) karena suasananya yang tenang dan visualnya yang menyegarkan mata. Oksigen yang dihasilkan dari banyaknya tanaman di sini seolah memberikan energi tambahan saat kita merasa lelah dengan hiruk-pikuk kota.

Gemericik Air yang Menenangkan di Mood River Garden

Cafe Outdoor
nagantour.com

Bergeser sedikit ke area yang menawarkan suasana air, saya menemukan Mood River Garden. Sesuai namanya, cafe ini terletak tepat di pinggir aliran sungai yang cukup tenang. Konsepnya adalah taman terbuka yang luas dengan banyak area hijau. Salah satu pengalaman yang saya sukai di sini adalah berjalan melewati jembatan kayu kecil yang menghubungkan beberapa area duduk.

Duduk di dekat aliran sungai memberikan efek meditasi alami. Suara gemericik airnya sangat membantu untuk menjernihkan pikiran. Di sini, areanya cukup luas sehingga Sobat Local tidak perlu khawatir merasa sesak meskipun sedang banyak pengunjung. Saya sempat mencoba duduk di area lesehan beralaskan rumput sintetis, dan rasanya sangat santai, apalagi saat angin sepoi-sepoi mulai bertiup di sore hari. Ini adalah tipe tempat di mana waktu seolah berjalan lebih lambat.

Hamparan Sawah yang Luas di Geblek Menoreh View

Kalau Sobat Local gemar bersepeda atau sekadar ingin melihat pemandangan hijau yang membentang luas, Kulon Progo adalah arah yang tepat. Di sana ada Geblek Menoreh View yang sudah cukup populer. Daya tarik utamanya tentu saja pemandangan sawah dengan latar belakang perbukitan Menoreh yang gagah. Jalan setapak di tengah sawah seringkali menjadi tempat favorit untuk sekadar berjalan santai atau berfoto.

Hal yang saya sukai dari tempat ini adalah kesederhanaannya. Mereka menyediakan berbagai makanan ringan tradisional, salah satunya adalah geblek yang merupakan camilan khas Kulon Progo. Menikmati geblek hangat sambil melihat para petani yang sedang beraktivitas di sawah memberikan nuansa pedesaan yang sangat otentik. Suasananya sangat terbuka, memberikan kesan lega dan lapang bagi siapa saja yang datang.

Sentuhan Klasik di Poenakawan Cafe

Tidak semua cafe outdoor harus berada di tengah hutan atau sawah. Poenakawan Cafe menawarkan pengalaman outdoor yang sedikit berbeda dengan nuansa bangunan heritage. Terletak di area yang masih cukup kental dengan suasana “ndalem” atau rumah bangsawan Jawa, cafe ini memiliki area halaman yang cukup luas dan asri.

Saya merasa ada perpaduan antara kemegahan arsitektur lama dengan kenyamanan ruang terbuka hijau di sini. Pohon-pohon besar yang ada di halaman memberikan keteduhan alami, sehingga meskipun datang di siang hari, hawanya tetap terasa sejuk. Bagi saya, Poenakawan Cafe adalah tempat yang pas untuk mengobrol santai bersama keluarga atau teman lama, karena suasananya yang hangat dan penuh kenangan. Rasanya seperti sedang bertamu ke rumah kerabat yang memiliki halaman belakang yang sangat luas.

Berada di Atas Awan bersama Coffee Angkasa

Terakhir, untuk Sobat Local yang menyukai tantangan dan pemandangan dari ketinggian, Coffee Angkasa yang berlokasi di area wisata Bukit Payung adalah jawabannya. Perjalanan menuju ke sini memang membutuhkan sedikit usaha karena jalannya yang menanjak, namun semua itu terbayar begitu sampai di atas. Cafe ini menawarkan pemandangan Waduk Sermo dari kejauhan dan hamparan hutan dari atas bukit.

Seringkali, kabut tipis turun menyelimuti area ini, membuat kita merasa seolah sedang ngopi di atas awan. Saya sangat menyarankan datang ke sini saat cuaca sedang cerah agar bisa melihat cakrawala dengan jelas. Area outdoor-nya dirancang sedemikian rupa agar pengunjung bisa menikmati pemandangan tanpa terhalang apapun. Ini adalah tempat yang tepat untuk menutup hari sambil merenung atau mensyukuri keindahan alam yang luar biasa.

Menemukan Ketenangan di Sudut Jogja

Menjelajahi berbagai cafe outdoor di Jogja menyadarkan saya bahwa setiap tempat memiliki karakternya masing-masing. Ada yang menawarkan ketenangan melalui suara air, ada yang memberikan kesegaran lewat tanaman hijau, dan ada pula yang memanjakan mata dengan pemandangan dari ketinggian. Memilih tempat mana yang akan dikunjungi sebenarnya kembali lagi pada suasana hati Sobat Local saat itu.

Satu hal yang pasti, keberadaan tempat-tempat seperti ini menjadi alternatif yang manis untuk melepas penat. Tidak perlu terburu-buru, nikmati saja setiap momennya. Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan dan kelestarian alam di sekitar tempat yang Sobat Local kunjungi, ya. Jadi, kira-kira cafe mana yang ingin Sobat Local kunjungi akhir pekan ini? Sampai jumpa di petualangan kuliner dan perjalanan berikutnya!

Show 1 Comment

1 Comment

Leave a Reply