Perjalanan antara Magelang dan Yogyakarta selalu punya cerita tersendiri bagi saya. Bukan hanya soal deretan candi yang megah atau pemandangan Gunung Merapi yang berdiri gagah di kejauhan, tapi juga soal urusan perut. Setiap kali melewati jalur ini, rasanya tidak lengkap kalau tidak mampir ke beberapa titik kuliner yang menawarkan suasana tenang dan masakan yang mengingatkan kita pada masakan rumah di desa. Ada banyak wisata kuliner Magelang Jogja yang wajib temen-temen cobain nih!

Sobat Local mungkin sering merasa bingung saat memilih tempat makan di tengah padatnya pilihan destinasi wisata. Kadang kita hanya ingin duduk santai, menikmati semilir angin, sambil menyantap hidangan hangat tanpa perlu terburu-buru. Berdasarkan pengalaman saya berkeliling di sekitar dua kota ini, ada beberapa tempat yang menurut saya punya karakter kuat dan sangat layak untuk dikunjungi kembali. Mari saya ajak Sobat Local berkeliling secara virtual ke beberapa spot kuliner favorit saya.

Baca Juga: Ayam Bakar Kedai Bukit Rhema: Resto Keluarga di Magelang dengan View Alam Borobudur

Menikmati Kedamaian Magelang Lewat Hidangan Tradisional

Magelang bukan sekadar Borobudur. Semakin kita masuk ke area pedesaannya, semakin banyak permata tersembunyi yang menawarkan rasa autentik. Berikut adalah beberapa tempat di Magelang yang sering saya tuju kalau sedang ingin “melarikan diri” sejenak dari hiruk pikuk kota.

Kampung Ulam: Oase Asri untuk Keluarga – wisata kuliner Magelang Jogja

Pertama kali menginjakkan kaki di Kampung Ulam, kesan pertama saya adalah lega. Tempat ini memiliki area parkir yang cukup luas, sesuatu yang sangat berharga bagi Sobat Local yang membawa kendaraan pribadi atau sedang bepergian bersama rombongan keluarga besar. Suasananya sangat asri dengan penataan tempat yang luas dan terbuka.

wisata kuliner Magelang Jogja
Kampung Ulam, Magelang

Pilihan menu di sini cukup beragam, namun benang merahnya tetap pada masakan khas desa yang akrab di lidah. Saya pribadi sangat menikmati cara mereka menyajikan hidangan yang terasa segar. Fasilitas di sini juga tergolong lengkap, mulai dari toilet yang bersih hingga area duduk yang membuat kita betah berlama-lama mengobrol setelah selesai makan. Rasanya seperti sedang bertamu ke rumah kerabat di desa yang punya halaman sangat luas.

Warung Pawone Simbah: Kehangatan Dekat Silancur – wisata kuliner Magelang Jogja

Kalau Sobat Local berencana atau baru saja turun dari wisata Silancur Highland, mampir ke Warung Pawon Simbah adalah pilihan yang cukup pas. Lokasinya yang strategis membuat tempat ini jadi andalan bagi para pelancong yang haus akan suasana “pawon” (dapur) tradisional Jawa.

Warung Pawon Simbah Silancur
Warung Pawone Simbah

Yang saya suka dari Pawon Simbah adalah kesederhanaannya. Masakan desa yang disajikan di sini memiliki rasa yang jujur, tidak berlebihan, tapi sangat mengenyangkan jiwa. Menikmati sayur lodeh atau gorengan hangat di tengah udara Magelang yang cenderung sejuk memberikan sensasi nyaman yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Harganya pun sangat bersahabat, sehingga Sobat Local tidak perlu khawatir kantong bolong setelah makan besar.

Kedai Bukit Rhema: Sarapan di Atas Awan – wisata kuliner Magelang Jogja

Pernahkah Sobat Local membayangkan sarapan sambil memandangi kemegahan Pegunungan Menoreh? Jika iya, Kedai Bukit Rhema adalah tempatnya. Terletak di area yang sama dengan Gereja Ayam yang ikonik, kedai ini menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda karena letaknya di ketinggian.

Kedai Bukit Rhema Borobudur
Kedai Bukit Rhema

Saya sarankan datang ke sini di pagi hari. Menu sarapan mereka sangat cocok dinikmati saat udara masih bersih dan kabut tipis mungkin masih terlihat di kejauhan. Menyeruput kopi atau teh hangat ditemani kudapan khas sambil memandang hijaunya perbukitan adalah cara terbaik untuk memulai hari sebelum melanjutkan eksplorasi di Magelang. Ini adalah tempat di mana mata dan perut dimanjakan secara bersamaan.

Menelusuri Cita Rasa Ikonik di Yogyakarta – Rekomendasi Kuliner Yogyakarta

Bergeser sedikit ke selatan, Yogyakarta selalu punya magnet kuliner yang tak pernah padam. Jogja bagi saya adalah tentang memori, dan makanan seringkali menjadi jembatan untuk memanggil kembali memori-memori indah tersebut.

The House of Raminten: Unik dan Penuh Budaya – wisata kuliner Magelang Jogja

Berbicara soal kuliner Jogja, sulit untuk tidak menyebut The House of Raminten Jogja. Tempat ini menurut saya adalah perpaduan antara tempat makan dan galeri seni budaya. Begitu masuk, Sobat Local akan langsung disambut oleh aroma dupa yang khas, alunan musik gamelan, dan interior bangunan yang sangat kental dengan nuansa Jawa klasik namun tetap punya sisi eksentrik.

The House of Raminten Jogja
The House of Raminten Jogja

Menu yang disajikan sebenarnya sangat sederhana, mulai dari nasi kucing hingga berbagai pilihan jamu dan minuman tradisional. Namun, cara penyajian dan suasana tempatnya yang unik membuat pengalaman makan di sini terasa berbeda. Ini adalah tempat yang pas kalau Sobat Local ingin merasakan atmosfer Jogja yang “nyeni” sekaligus merakyat dalam waktu yang bersamaan.

Gudeg Yu Djum: Sang Legenda yang Konsisten – wisata kuliner Magelang Jogja

rekomendasi kuliner Yogyakarta
Gudeg Yu Djum Legendaris

Tentu tidak lengkap ke Jogja tanpa menyantap gudeg. Di tengah banyaknya penjual gudeg, Gudeg Yu Djum Legendaris tetap menjadi salah satu pilihan andalan bagi banyak wisatawan, termasuk saya. Apa yang membuat saya sering kembali ke sini adalah konsistensi rasanya.

Gudeg Yu Djum dikenal dengan tipe gudeg keringnya. Perpaduan manisnya nangka muda, gurihnya krecek yang kenyal, dan empuknya ayam kampung selalu berhasil memuaskan kerinduan akan rasa khas Jogja. Meskipun sekarang cabangnya sudah ada di beberapa titik, cita rasanya tetap terjaga. Ini adalah pilihan yang aman bagi Sobat Local yang ingin membawa pulang oleh-oleh atau sekadar makan siang dengan rasa yang sudah teruji waktu.

Warung Kopi Klotok: Rindu Suasana Pedesaan – wisata kuliner Magelang Jogja

Terakhir, ada satu tempat di daerah Pakem yang selalu ramai namun tetap bikin kangen, yaitu Warung Kopi Klotok. Jika Sobat Local mencari suasana asri pinggir sawah dengan konsep prasmanan ala rumah nenek, di sinilah tempatnya. Menunya sangat sederhana: sayur lodeh, telur kribo yang ikonik, pisang goreng, dan tentu saja kopi klotoknya yang mantap.

Warung Kopi Klotok Pakem
Warung Kopi Klotok Pakem

Duduk di teras bangunan kayu sambil melihat hamparan sawah hijau adalah obat lelah yang paling ampuh bagi saya. Meskipun kadang kita harus sedikit bersabar mengantre karena popularitasnya, suasana yang didapat rasanya sebanding. Ada perasaan hangat saat kita mengambil nasi sendiri dari bakul kayu dan menyantapnya di tengah semilir angin desa.

Menyiapkan Perjalanan Kuliner Berikutnya

Menjelajahi kuliner di Magelang dan Jogja memang tidak akan pernah ada habisnya. Setiap sudutnya menawarkan cerita dan rasa yang berbeda-beda. Bagi saya, kunci dari perjalanan kuliner yang menyenangkan bukan hanya soal seberapa enak makanannya, tapi bagaimana tempat tersebut bisa membuat kita merasa rileks dan menikmati setiap suapan yang ada.

Sobat Local bisa mulai merencanakan rute perjalanan agar bisa mampir ke salah satu atau beberapa tempat di atas. Mungkin dimulai dengan sarapan di Bukit Rhema Magelang, lalu makan siang di Kampung Ulam, dan menutup hari dengan suasana unik di Raminten Jogja. Mana pun yang dipilih, pastikan untuk menikmatinya pelan-pelan tanpa terburu-buru. Sampai jumpa di petualangan rasa berikutnya, dan semoga perjalanan Sobat Local menyenangkan!

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply