Setelah menghabiskan waktu berjam-jam berjalan di antara pematang sawah yang hijau dan berfoto di berbagai spot estetik Svargabumi, rasa lelah biasanya mulai terasa. Matahari Magelang yang cukup terik, meski pemandangannya luar biasa, seringkali membuat kita ingin segera mencari tempat teduh untuk sekadar meluruskan kaki. Beberapa waktu lalu, saya sempat merasakan pengalaman ini. Setelah puas mengelilingi Svargabumi, saya merasa butuh suasana yang berbeda—sesuatu yang lebih tenang, tinggi, dan menawarkan semilir angin pegunungan.

Pilihan saya jatuh pada Kedai Bukit Rhema. Mungkin Sobat Local sudah tidak asing dengan bangunan ikonik “Gereja Ayam” yang ada di puncaknya. Namun, kali ini fokus saya bukan hanya pada bangunannya, melainkan pada kedainya yang menurut saya menjadi salah satu sudut paling nyaman untuk melepas penat. Berada di sini rasanya seperti menemukan ruang transisi yang pas sebelum kembali ke hiruk pikuk rutinitas atau melanjutkan perjalanan pulang.

Baca juga : Prasmanan Kedai Bukit Rhema: Resto Borobudur dengan Masakan Jawa dan Makanan Tradisional

Suasana Tenang yang Cocok untuk Melepas Penat

kedai bukit rhema setelah svargabumi
kedai bukit rhema

Salah satu alasan mengapa saya merekomendasikan Kedai Bukit Rhema sebagai tempat persinggahan setelah dari Svargabumi adalah suasananya yang jauh lebih tenang. Jika di Svargabumi kita banyak bergerak dan berinteraksi dengan keramaian pengunjung lain, di kedai ini Sobat Local bisa benar-benar duduk diam dan menikmati waktu yang seolah berjalan lebih lambat.

Tempat ini sangat bersahabat bagi Sobat Local yang datang bersama keluarga. Area duduknya dirancang sedemikian rupa sehingga tidak terasa sesak. Saya melihat beberapa keluarga besar yang asyik mengobrol sambil menikmati camilan, sementara anak-anak terlihat tenang karena udara di sini cukup sejuk. Ada rasa hangat yang muncul saat melihat interaksi orang-orang di sini, jauh dari kesan terburu-buru yang biasa kita temui di kafe tengah kota.

Pilihan tempat duduk outdoor-nya adalah favorit saya. Duduk di area terbuka dengan pemandangan langsung menghadap perbukitan Menoreh memberikan sensasi relaksasi yang maksimal. Angin sepoi-sepoi yang sesekali lewat seolah menghapus rasa gerah setelah berkeliling di area persawahan tadi. Di sini, suara alam lebih dominan terdengar daripada deru mesin kendaraan, memberikan ketenangan batin yang sulit dicari di tempat lain.

Baca juga : Tips Memilih Tempat Makan untuk Buka Puasa dengan Nuansa Kuliner Authentic Local

Menikmati Kopi dengan Bingkai Pemandangan Alam

Berbicara soal kedai, tentu tidak lengkap tanpa membahas apa yang bisa kita nikmati sambil melihat pemandangan. Kedai Bukit Rhema menawarkan pengalaman ngopi yang menurut saya cukup berkesan bukan karena kemewahannya, melainkan karena kesederhanaan dan lokasinya. Bayangkan Sobat Local memegang secangkir kopi hangat, lalu di depan mata terbentang hamparan hijau hutan dan bukit yang diselimuti kabut tipis jika beruntung datang di waktu yang tepat.

Bagi Sobat Local yang senang mengabadikan momen lewat lensa kamera, kedai ini punya banyak sudut yang menarik. Cahaya alami yang masuk saat sore hari—atau yang sering kita sebut golden hour—membuat foto-foto di sini terlihat sangat lembut dan natural. Pemandangan alamnya menjadi latar belakang yang sempurna tanpa perlu banyak usaha untuk mengatur gaya. Saya sendiri sempat menghabiskan waktu cukup lama hanya untuk memotret gradasi warna langit yang perlahan berubah di balik pepohonan.

Selain pemandangan jauh ke arah bukit, detail bangunan kedai yang didominasi unsur kayu dan material alam juga memberikan kesan estetik yang unik. Tidak heran jika banyak pengunjung yang betah berlama-lama di sini, baik itu untuk sekadar mengisi galeri ponsel atau benar-benar ingin menikmati momen tanpa gangguan gadget.

Lihat Lokasi :

Lokasi dan Akses Mudah dari Svargabumi

kedai bukit rhema setelah svargabumi
kedai bukit rhema

Salah satu poin plus yang membuat saya memilih tempat ini adalah lokasinya yang sangat strategis dan tidak jauh dari Svargabumi. Jaraknya hanya sekitar beberapa menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Jadi, Sobat Local tidak perlu khawatir harus menempuh perjalanan jauh lagi hanya untuk mencari tempat bersantai yang nyaman.

Akses menuju Kedai Bukit Rhema tergolong mudah karena jalannya sudah beraspal baik dan petunjuk arahnya cukup jelas. Setelah memarkir kendaraan, Sobat Local mungkin perlu berjalan sedikit menanjak, namun jangan khawatir karena pengelola menyediakan fasilitas shuttle bagi pengunjung yang mungkin merasa lelah jika harus berjalan kaki. Bagi saya, berjalan kaki sedikit menuju kedai justru menjadi pemanasan yang menyenangkan karena vegetasi di sekitarnya sangat rimbun dan menyegarkan mata.

Letaknya yang berada di ketinggian memberikan perspektif baru bagi Sobat Local yang sebelumnya berada di area bawah (persawahan). Dari sini, kita bisa melihat betapa luas dan indahnya kawasan Borobudur dari sudut pandang yang berbeda. Kedekatan lokasi ini membuat Kedai Bukit Rhema menjadi pasangan perjalanan yang pas setelah mengunjungi Svargabumi dalam satu rangkaian rencana perjalanan di Magelang.

Sedikit Tips Sebelum Pulang

Jika Sobat Local berencana datang ke sini, saya menyarankan untuk datang di waktu menjelang sore. Selain udaranya yang mulai mendingin, suasana syahdu saat matahari mulai terbenam di balik perbukitan adalah pemandangan yang sayang untuk dilewatkan. Jangan lupa juga untuk mencicipi camilan khas yang disediakan di kedai, biasanya ada singkong goreng yang hangat dan pas dipadukan dengan kopi atau teh lokal.

Menghabiskan waktu di Kedai Bukit Rhema bukan sekadar tentang makan atau minum, tapi tentang bagaimana kita memberi ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat sejenak setelah beraktivitas. Setelah puas mengeksplorasi keindahan Svargabumi, tempat ini adalah jawaban bagi Sobat Local yang mencari penutup hari yang manis, tenang, dan penuh dengan keindahan alam yang jujur.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply