Halo Sahabat Local! Berjumpa kembali dengan saya, Faisal, pencerita kopi dan penjelajah sejarah rasa tanah Sumatera. Tahukah kamu bahwa sebuah mangkuk makanan bisa menceritakan sejarah peradaban sebuah kota jauh lebih jujur dibandingkan buku-buku sejarah tebal? Hari ini, saya akan membawamu menyusuri jalanan kolonial kota Medan untuk mencicipi sebuah mahakarya akulturasi budaya: Soto Kesawan Medan!
Tersembunyi di kawasan bersejarah (Kota Lama Kesawan), mangkuk soto dengan kuah santan kuning kehijauan yang khas ini menyimpan cerita panjang. Warna kuning kunyit dan aroma jintan yang tajam adalah jejak pedagang rempah India (Tamil); teknik kaldu dan isian tauge panjang adalah adaptasi dari seni memasak Tionghoa (Hakka); sementara penggunaan santan yang creamy dan gurih manis merupakan identitas tak terbantahkan dari masyarakat pesisir Melayu. Daging sapinya dipotong tebal namun empuk paripurna, ditambah perkedel kentang utuh, dan taburan bawang goreng yang berlimpah, membuat sajian ini benar-benar menghangatkan raga.
Untuk melengkapi ekspedisi kuliner medan saya telah menyusun panduan berburu kuliner soto medan kesawan legendaris kuah santan kuning yang paling direkomendasikan warga lokal.
Sebagai intermezzo, apabila Sahabat Local kebetulan juga merencanakan lawatan wisata ke wilayah Candi Borobudur, pastikan kamu tidak melewatkan petunjuk tentang 3 Kuliner Magelang Wajib Dicoba: Dari Ayam Bakar Pedas hingga Tahu Kupat Legendaris. Nah, mari kita seruput hangatnya soto santan Melayu-Deli ini!
1. Soto Kesawan Enak Tenan (Jalan Ahmad Yani)-kuliner medan
Berada di pusat area kota tua Kesawan, persis di seberang rumah Tjong A Fie (tokoh saudagar Tionghoa legendaris), berdirilah rumah makan legendaris ini. Sesuai namanya “Enak Tenan”, soto di sini memiliki profil rasa yang menjembatani lidah berbagai suku.
Kuah Kuning Kehijauan yang Elegan
Karakteristik soto Medan asli adalah kuahnya yang sekilas berwarna kuning kehijauan (akibat perpaduan kunyit, daun jeruk purut giling, dan santan). Aroma rempahnya (jintan, ketumbar, kayu manis, dan kapulaga India) sangat kompleks menyelimuti rongga penciuman, namun tekstur kuahnya tetap halus dan tidak menggerus tenggorokan.

Udang Segar Galah Khas Medan
Selain soto daging sapi dan paru, primadona sejati di sini adalah Soto Udang. Menggunakan udang laut/sungai berukuran besar yang digoreng sesaat sebelum disiram kuah soto panas. Kaldunya yang berpadu dengan rasa manis gurih udang laut (kaldu seafood) menciptakan spektrum rasa umami yang tak akan pernah kamu lupakan.
2. Soto Sinar Pagi (Jalan Sei Deli)-kuliner medan
Jika berbicara tentang popularitas nasional, Soto Sinar Pagi di Jalan Sei Deli (dekat Jalan Gatot Subroto) adalah ikon mutlak wisata soto Medan. Didirikan sejak tahun 1962, tempat ini selalu dipenuhi oleh menteri, artis ibu kota, dan turis setiap paginya.
Bumbu Rempah yang Medok dan Kasar
Kekuatan magis Sinar Pagi ada pada ketebalan bumbunya. Berbeda dengan Kesawan yang elegan, kuah di Sinar Pagi berkarakter sangat bold (medok), tebal, dan sedikit berpasir karena rempah giling yang sengaja dibiarkan kasar. Kuah santan kental ini dijamin akan membuatmu menambah sepiring nasi putih lagi.

Kriuk Paru Goreng Kering
Bagi Sahabat Local pecinta jeroan, paru sapi goreng di sini adalah karya seni. Parunya direbus dengan bumbu kuning panjang, lalu digoreng sangat kering hingga bertekstur menyerupai keripik emping. Merendam irisan paru krispi ini ke dalam lautan kuah santan kuning adalah puncak kenikmatan sarapan di Medan.
3. RM Sinar Pagi (Cabang dan Saudara Kandungnya)-kuliner medan
Saking ramainya pusat di Sei Deli, keluarga pendiri Sinar Pagi juga mengelola beberapa warung turunan/cabang yang menyebar di area Medan dan sekitarnya (salah satunya di simpang Jalan Mangkubumi).
Konsistensi Resep Turun-Temurun
Yang menakjubkan dari bisnis keluarga ini adalah konsistensi rasanya. Mereka tetap mempertahankan penggunaan kuali raksasa berbahan aluminium tebal yang dipanaskan perlahan sejak subuh hari. Proses pemasakan lambat (slow simmer) membuat kaldu tulang sumsum sapi mengekstrak semua gizinya ke dalam kuah santan.
Sambal Kecap Rawit yang Segar
Setiap mangkuk soto wajib didampingi semangkuk kecil sambal kecap encer yang berisi irisan cabai rawit hijau dan merah segar, ditambah perasan jeruk nipis (jeruk nipis lokal ukurannya kecil namun juicy). Keasaman kecap ini akan mengimbangi lemak jenuh (kolesterol) dari santan dan daging sapinya.
4. Soto Bening Bu Ijah (Alternatif Soto Non-Santan)-kuliner medan

Meski identitas Soto Medan adalah santan kuning, saya wajib memasukkan Soto Bu Ijah bagi kamu (atau mungkin orang tuamu) yang menghindari masakan bersantan berat namun tetap ingin menikmati sensasi kaldu khas Medan.
Pengaruh Kaldu Bening Tionghoa (Soto Sop)
Soto Bu Ijah dikenal juga sebagai “Soto Sop”. Kuahnya bening kecokelatan yang didominasi oleh rasa kaldu rebusan daging sapi murni, seledri, daun bawang, dan pala bubuk (pengaruh kuliner Tionghoa-Kolonial).
Perkedel Kentang Jumbo
Satu elemen yang mempersatukan aliran soto santan maupun soto bening di Medan adalah Perkedel Kentang. Di Bu Ijah, perkedelnya disajikan secara utuh (tidak dipotong), berukuran besar dengan tekstur kentang yang dihaluskan sempurna dan padat bumbu pala goreng. Sangat melembutkan tekstur crunchy dari sayur tauge panjangnya.
5. Soto Uda (Sentuhan Gaya Minang)-kuliner medan
Menutup daftar perjalanan kita, ada Soto Uda yang mengusung gaya “Soto Padang” di tengah dominasi gaya Melayu Deli kota Medan. Bagi perantau Minang seperti saya, mencicipi soto ini adalah menengok sejenak ke kampung halaman.
Daging Sapi Goreng Kering (Dendeng Batokok)
Perbedaan mendasar soto aliran Padang (Uda) terletak pada penanganan dagingnya. Daging sapi tidak disajikan basah atau empuk, melainkan dipotong tipis dan digoreng sangat kering seperti keripik dendeng.
Kaldu Bening dengan Taburan Kerupuk Merah
Kuahnya adalah kaldu tulang bening dengan aroma cengkeh dan kapulaga yang dominan (mirip sup buntut), disajikan lengkap dengan bihun putih dan taburan kerupuk merah khas Minangkabau. Menyantap Soto Uda adalah pengingat bahwa kota Medan benar-benar kawah peleburan budaya dari utara hingga selatan Sumatera.
Catatan Kopi Faisal: Menghargai Mangkok Soto Pertamamu

Sahabat Local, agar sensasi sarapan sotomu sempurna, ini saran dari perantau Minang pencinta kopi sepertiku:
1. Jangan Langsung Tuang Kecap Manis: Cicipilah dua sendok kuah aslinya terlebih dahulu. Hormati kerumitan paduan 15 bumbu rempah sang koki sebelum menodainya dengan manisnya kecap pabrikan.
2. Pesan Nasi Dipisah, Bukan Dicampur: Meskipun beberapa tempat menawarkan opsi nasi dicampur, percayalah, meminta nasi dipisah di piring terpisah menjaga kuah sotomu tidak berubah teksturnya menjadi kental berlendir akibat pati beras.
3. Pesan Teh Pahit Panas: Tutup sarapan berlemak santanmu dengan segelas Teh Pahit Panas (tanpa gula). Ini adalah metode tradisional untuk membersihkan langit-langit mulut dan menetralisir rasa eneg (tannin pada teh meluruhkan lemak).
Budaya berpadu di dalam mangkuk soto berwarna emas. Selamat berburu rasa di kota Medan Tua, dan nantikan penjelajahan rasa saya di lapau berikutnya!


