Halo Sahabat Local! Berjumpa kembali dengan saya, Faisal. Bicara soal sejarah penamaan kuliner Nusantara, kadang ada banyak kisah jenaka dan plot twist di dalamnya. Salah satu yang paling melegenda adalah jajanan yang akan kita bahas hari ini. Namanya meminjam identitas ibu kota provinsi di Indonesia timur, namun siapa sangka bahwa jajanan bernama “Ambon” ini justru menjadi ikon mutlak dan primadona buah tangan dari Kota Medan di ujung barat!

Pagi itu, saya sengaja melintas ke kawasan Jalan Majapahit, Medan. Bau harum dari santan yang dimasak dan nira fermentasi langsung menyerbu hidung. Melihat kue kuning keemasan ini dikeluarkan dari oven dan dipotong tepat di depan mata adalah sebuah pertunjukan seni. Irisan pisaunya memperlihatkan tekstur kenyal dan ribuan rongga udara vertikal (serat) yang terbentuk dari proses fermentasi air nira yang sangat presisi (mengembang ke atas). Teksturnya bouncy (membal), legit, manis, dan beraroma pandan yang khas. Sungguh maha karya!

Bagi Sahabat Local yang sedang singgah di kota Deli dan mencari oleh oleh bika ambon zulaikha legendaris asli medan serta para pesaing tangguhnya, saya telah merangkum panduan belanja kuliner manis ini untukmu.

Sedikit menyimpang, sebelum masuk ke daftar kue legendaris, barangkali ada Sahabat Local yang sering bepergian ke luar negeri dan kesulitan memesan makanan di sana. Kamu bisa menyimak panduan tentang Apa Bisa Pesan Makanan Uber Eats dari Indonesia? untuk menambah referensimu. Nah, sekarang mari kita kembali ke urusan perut yang manis-manis!


1. Bika Ambon Zulaikha (Sang Raja Jalan Mojopahit)

Jika kita membicarakan bika ambon, nama Zulaikha adalah pemegang tahta tertinggi. Antrean panjang yang selalu mengular di tokonya (Jalan Mojopahit, Medan) adalah bukti nyata bahwa resep Hj. Zulaikha telah berhasil menaklukkan lidah jutaan pelancong.

Rongga Serat yang Menakjubkan
Indikator utama kualitas bika ambon terletak pada rongga (serat) vertikalnya. Di Zulaikha, rongga ini terbentuk sempurna dari dasar hingga ke permukaan kue, menandakan bahwa fermentasi ragi dan air nira (tuak manis non-alkohol) berjalan optimal. Saat digigit, teksturnya melawan gigi dengan kenyal, tidak bantat (padat) sedikit pun.

Sertifikasi Halal yang Meyakinkan
Di masa lalu, banyak yang ragu memakan kue ini karena penggunaan air nira. Zulaikha adalah pionir yang menjamin penggunaan bahan baku fermentasi yang murni dan telah mendapatkan sertifikasi Halal MUI, sehingga umat Muslim bisa membawa pulang kue lezat ini dengan perasaan tenang.

2. Bika Ambon Ratna (Eksklusif dan Tersembunyi)

Berbeda dengan Zulaikha yang sangat komersial dan besar, Bika Ambon Ratna bersembunyi di kawasan Jalan R.A. Kartini dan lebih dikenal dari mulut ke mulut oleh kalangan ekspatriat dan kelas menengah atas Medan.

Santan yang Jauh Lebih Gurih
Ratna mematok harga sedikit lebih premium, namun bahan yang digunakan memang berbicara. Penggunaan kuning telur bebek dan santan kentalnya membuat kue Ratna terasa jauh lebih rich (kaya), berminyak legit, dan creamy di lidah. Warnanya pun kuning keemasan yang lebih pekat alami tanpa banyak pewarna.

Varian Keju Tembus Ke Dalam
Jika kamu bosan dengan rasa original, varian taburan keju di Ratna adalah juara bertahan. Mereka tidak hanya menaburkan keju cheddar di atas permukaan yang dipanggang kering, tetapi juga menyisipkannya di dalam adonan sehingga rasa asin gurih keju bertabrakan nikmat dengan manisnya adonan nira.

3. Bika Ambon Larizo (Alternatif Masa Kini)

Meskipun aslinya berekspansi kuat di area luar Sumatera, Larizo juga mulai mendapat tempat di hati warga lokal. Larizo mencoba menghadirkan kue tradisional ini dengan packaging (kemasan) dan varian rasa yang lebih modern.

Rasa Pandan dan Moka yang Kuat
Bagi anak muda yang mungkin kurang cocok dengan aroma earthy dari nira asli, Larizo menyiasatinya dengan menawarkan varian rasa seperti Pandan Suji (yang warnanya hijau terang memikat mata) dan rasa Moka. Aroma wangi pandan dan kopi sangat mendominasi, menjadikannya kue bolu yang ramah di lidah semua umur.

Tekstur yang Lebih Kering
Bika ambon pada dasarnya sangat berminyak (karena minyak kelapa dari santan yang dimasak lama). Di Larizo, teksturnya sedikit disesuaikan menjadi lebih kering dan tidak terlalu membuat tangan basah (berminyak). Cocok untuk disantap sambil minum kopi atau teh tawar di sore hari.

4. Bika Ambon Majapahit (Sang Perintis Kawasan)

bika ambon
bika ambon

Zulaikha mungkin yang paling terkenal, namun sejarah Jalan Majapahit sebagai pusat oleh-oleh di Medan tidak lepas dari peran toko-toko perintis lainnya, salah satunya adalah Bika Ambon Majapahit (sering disebut Bika Ambon Ah Meng).

Metode Panggang Pasir Tradisional
Tahukah kamu bahwa memanggang bika ambon tidak bisa langsung terkena api kompor/oven? Loyang adonan biasanya dialasi dengan pasir sungai yang dipanaskan agar rambatan panasnya perlahan dari bawah ke atas (ini yang membentuk rongga jarum vertikal). Bika Ambon Majapahit masih mempertahankan teknik memanggang tradisional ini untuk mendapatkan hasil panggangan bawah yang sedikit karamelisasi (gosong gurih).

bika ambon
bika ambon

Daya Tahan Lebih Lama
Karena proses pemanggangannya yang cukup lama dan telaten untuk mengurangi kadar air, kue dari perintis ini diklaim memiliki shelf-life (daya tahan di suhu ruang) yang sedikit lebih lama, sangat ideal untuk dibawa terbang melintasi benua.

5. Bolu Meranti (Penutup Wajib Oleh-Oleh Medan)

Meski secara teknis bukan bika ambon, rasanya tidak sah membahas wisata oleh-oleh Jalan Kruing/Mojopahit tanpa memasukkan Bolu Gulung Meranti ke dalam kardus bagasimu!

Bolu Gulung Terlembut di Indonesia
Bolu Meranti adalah mahakarya kue bolu yang digulung (Swiss Roll). Tekstur bolu (sponge cake)-nya sangat luar biasa lembut (moist) bagaikan kapas. Rahasianya konon ada pada penggunaan mentega premium yang sangat melimpah.

Varian Keju dan Mesis yang Barbar
Taburan topping di Bolu Meranti dilakukan secara barbar (tidak pelit). Pada varian Bolu Gulung Keju, parutan keju cheddar-nya sangat tebal membungkus seluruh permukaan luar bolu. Di dalamnya masih dilapisi dengan krim mentega yang lumer. Mengawinkan kardus Zulaikha dan Meranti adalah sebuah kewajiban fardhu ain saat pulang dari Bandara Kualanamu!


Catatan Kopi Faisal: Cara Menikmati Bika Ambon

bika ambon
bika ambon

Sahabat Local, ini wejangan dari saya agar kue mahalamu tidak terbuang sia-sia:
1. Jangan Dimasukkan Kulkas!: Ini pantangan keras! Memasukkan bika ambon ke dalam lemari es akan membuat minyak santannya membeku dan teksturnya menjadi keras (bantat). Biarkan saja di suhu ruang tertutup rapat, ia bisa bertahan 3-4 hari.
2. Lihat Rongganya: Sebelum membeli, intiplah irisan kuenya. Rongga (sarang semut) yang terbentuk lurus dari bawah ke atas menembus permukaan kue adalah ciri kue yang dimasak dengan suhu tungku bawah yang sempurna.
3. Pemanasan Ulang (Reheat): Jika sudah terlanjur agak keras di hari ketiga, panaskan sepotong kue menggunakan teflon tanpa minyak selama satu menit. Minyak alaminya akan meleleh dan kuenya akan kembali kenyal dan wangi.

Dunia kuliner kita sangat kaya akan teknik fermentasi warisan leluhur. Mari rayakan manisnya karya Amak-Amak kita dan sampai jumpa di ulasan berikutnya!

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply