Magelang selalu punya cara tersendiri buat bikin kangen. Kalau Sahabat Local main ke area Borobudur, rasanya suasana pedesaannya itu punya magnet yang kuat banget. Perbukitan Menoreh yang hijau, hamparan sawah yang luas, sampai aroma kayu bakar dari dapur-dapur rumah warga itu bener-bener bikin rileks.
Nah, belakangan ini ada satu tren yang menurut saya paling pas buat menikmati sisi lain Magelang: naik mobil VW Safari Borobudur (Mobil yang dulu digunakan Pak Camat). Bukan cuma buat foto-foto cantik di jalan, tapi menjadikannya “kendaraan tempur” buat berburu kuliner tersembunyi di pelosok desa wisata di Borobudur. Kali ini, saya mau berbagi pengalaman gimana serunya keliling desa wisata sambil mengisi perut tanpa perlu pusing mikirin rute atau parkir yang sempit.
Kuliner & Keliling Desa Itu Menyenangkan!
Mungkin Sahabat Local bertanya, kenapa sih harus repot-repot naik VW Borobudur buat makan doang? Jawabannya sederhana: karena harta karun kuliner Magelang itu letaknya justru “ngumpet” di dalam desa-desa wisata.
Spot Lokal yang Berdekatan
Di kawasan Borobudur, desa-desa wisatanya punya spesialisasi masing-masing. Ada desa yang terkenal dengan madu alaminya, ada yang jago bikin kerajinan tahu, sampai tempat ngopi di pinggir sawah. Hebatnya, jarak antar desa ini sebenarnya nggak terlalu jauh, tapi jalannya seringkali sempit dan berkelok. Dengan naik VW, kita tinggal duduk manis, angin sepoi-sepoi masuk dari atap yang terbuka, dan tiba-tiba kita sudah sampai di depan warung makan legendaris atau rumah warga yang menyajikan camilan tradisional. Ini dia tempat makan yang rekomen untuk di kunjungi saat naik vw safari borobudur.
- Kedai Bukit Rhema
- Caping Resto
- Gula Jawa Borobudur
- Kopi Klotok
- Budidaya Madu.
Ritme Yang Menenangkan
Magelang itu nggak cocok dinikmati dengan terburu-buru. Ritme hidup di desa itu pelan, dan naik VW mendukung banget suasana itu. Mesin VW yang suaranya khas dan kecepatannya yang stabil bikin kita benar-benar bisa melihat detail aktivitas warga lokal. Mulai dari petani yang lagi jemur padi sampai anak-anak sekolah yang melambaikan tangan. Makan pun jadi terasa lebih nikmat karena pikiran kita sudah tenang duluan selama di perjalanan.
Cara Susun Trip Kulineran yang Asyik Saat Naik VW Borobudur
Biar pengalaman Sahabat Local nggak berantakan, ada baiknya merencanakan rute dari awal. Saya biasanya membagi fokus perjalanan berdasarkan apa yang ingin dimakan, karena Magelang punya banyak pilihan dari yang berat sampai sekadar ngemil.
Tentukan Start Point yang Strategis
Biasanya, titik kumpul atau start point penyewaan VW ada di sekitar Candi Borobudur atau saya rekomendasikan di Kedai Bukit Rhema (booking via 085725779520). Saya sarankan pilih Balkondes yang punya area parkir luas. Dari sana, Sahabat Local bisa langsung diskusi sama driver-nya. Bilang saja kalau fokus trip kali ini adalah “wisata perut”. Mereka biasanya punya rekomendasi warung yang mungkin nggak masuk di Google Maps tapi rasanya juara.
Sesi Makan Pagi–Siang–Sore Setelah Destinasi
Jangan paksakan semua makanan dicoba dalam satu waktu. Magelang itu surganya sarapan.
- Pagi: Sahabat Local bisa mulai dengan mencari Nasi Megono atau bubur sayur hangat di pasar tradisional atau warung kecil pinggir jalan.
- Siang: Ini waktunya mencari makanan yang lebih “serius” seperti Mangut Beong yang pedasnya nendang atau olahan ayam kluban di tengah sawah.
- Sore: Tutup perjalanan dengan menyesap kopi lokal atau teh gula batu sambil melihat matahari terbenam di balik bukit.
Tips Booking VW Borobudur
Booking VW itu gampang-gampang susah kalau kita punya tujuan spesifik seperti wisata kuliner. Biar nggak kecewa, ini beberapa tips dari pengalaman saya:
Minta Stop Kuliner atau Toilet secara Fleksibel
Keunggulan sewa VW secara privat adalah fleksibilitasnya. Sahabat Local jangan ragu untuk bilang ke driver di tengah jalan, “Mas, mau berhenti di warung itu sebentar ya, kelihatannya enak.” Atau kalau tiba-tiba perlu ke toilet, jangan sungkan. Driver VW di sini umumnya sangat ramah dan sudah menganggap tamu seperti teman sendiri. Komunikasi di awal sangat penting supaya durasi sewa nggak terbuang sia-sia.
Bawa Cash Kecil (Uang Pas)
Meskipun sekarang sudah zaman digital, banyak warung makan atau jajanan pasar di pelosok desa Magelang yang masih lebih nyaman pakai uang tunai. Menyiapkan uang receh atau lembaran sepuluh ribuan bakal sangat membantu saat Sahabat Local mau beli rengginang, keripik tempe, atau sekadar bayar parkir tambahan. Ini juga bentuk dukungan langsung kita buat ekonomi warga lokal di sana.
Contoh Rute 1 Hari (Culinary Edition)
Bingung mau ke mana dulu? Ini ada dua opsi rute yang bisa Sahabat Local jadikan referensi:
Versi Santai (Focus on Quality Time)
Rute ini cocok buat Sahabat Local yang bawa keluarga atau pengen benar-benar healing.
- 09.00: Start dari Kedai Bukit Rhema/hotel/Balkondes, keliling desa melihat kerajinan gerabah.
- 10.30: Mampir ke tempat budidaya madu, nyicip madu langsung dari sarangnya.
- 12.00: Makan siang santai di Kedai Bukit Rhema, pemandangannya Indah!
- 14.00: Keliling sebentar cari spot foto, lalu selesai.
Versi Padat (The Food Explorer)
Buat yang pengen maksimal mencoba segala hal dalam waktu singkat.
- 07.30: Start pagi untuk cari sarapan khas desa (Senerek atau Megono).
- 09.00: Kunjungan ke pabrik tahu rumahan (bisa sekalian makan tahu hangat!).
- 10.30: Edukasi kopi Luwak atau kopi lokal lainnya.
- 12.30: Makan siang di Kedai Bukit Rhema.
- 14.00: Berhenti di pusat oleh-oleh keripik atau camilan khas desa.
- 15.00: Drop off kembali ke titik awal.
FAQ – Hal yang Sering Ditanyakan
Kalau rombongan besar, gimana cara booking VW Borobudurnya?
Satu mobil VW Safari idealnya diisi oleh 3-4 orang dewasa supaya tetap nyaman dan nggak terlalu sempit. Kalau rombongan Sahabat Local ada 10 orang, saya sarankan sewa 3 mobil sekaligus. Konvoi bareng-bareng justru bikin suasana lebih seru dan fotonya lebih bagus! Booking via Team operator VW Langsung di 085 725 77 9520
Berapa durasi ideal untuk trip VW Borobudur?
Untuk wisata kuliner yang nggak terburu-buru, durasi 2 – 3 jam sudah cukup banget. Ini sudah termasuk waktu perjalanan, duduk makan, dan foto-foto sebentar.
Bisa request tempat makan sendiri nggak?
Bisa banget! Sahabat Local tinggal kasih tahu nama tempatnya ke driver. Tapi kalau tempatnya terlalu jauh dari zona desa wisata, biasanya akan ada penyesuaian biaya atau durasi. Bagusnya sih, diskusikan dulu di awal saat mau berangkat.
Menikmati Magelang lewat jendela VW Safari itu memberikan perspektif yang beda. Bukan cuma soal perut yang kenyang, tapi juga soal koneksi yang kita rasakan dengan keramahan penduduk desanya.
Buat Sahabat Local yang ingin tahu lebih banyak soal detail tempat makan spesifik di Magelang, jangan lupa cek artikel kami tentang Rekomendasi Ayam Bakar Enak di Magelang.
Jadi, kapan mau jadwalkan keliling desa naik VW? Kalau sudah pernah, ceritakan dong pengalaman kuliner paling berkesan Sahabat Local di kolom komentar di bawah ya!


