Kalau kamu pernah nonton vlog orang luar negeri, terutama konten Amerika, Jepang, atau Australia, pasti nama Uber Eats cukup sering muncul. Tinggal buka aplikasi, pilih makanan, beberapa menit kemudian driver datang bawa pesanan. Simpel banget.

Nah, dari situ biasanya muncul rasa penasaran:

“Kalau tinggal di Indonesia, apa bisa pakai Uber Eats juga?”

Jawaban pendeknya sebenarnya agak unik. Untuk pesan makanan di Indonesia, tidak bisa karena Uber Eats memang belum beroperasi di sini. Tapi kalau tujuanmu adalah memesankan makanan untuk orang di luar negeri, itu justru cukup sering dilakukan banyak orang Indonesia.

Dan jujur saja, sekarang bukan cuma soal beli makanan. Banyak yang pakai Uber Eats buat hal-hal personal seperti:

  • Kirim makan malam ke pacar LDR
  • Surprise ulang tahun teman di luar negeri
  • Traktir keluarga yang tinggal overseas
  • Bantu teman yang lagi sibuk kerja di negara lain

Kelihatannya sepele, tapi kadang hal kecil seperti ngirimin makanan hangat bisa terasa sangat berarti.

Uber Eats Itu Apa Sih?

Uber awalnya terkenal sebagai aplikasi transportasi online. Tapi beberapa tahun lalu mereka mengembangkan layanan pesan makanan bernama Uber Eats.

Kalau di Indonesia, konsepnya kurang lebih mirip seperti:

  • GoFood
  • GrabFood
  • ShopeeFood

Bedanya, Uber Eats fokus di banyak negara luar seperti:

NegaraUber Eats
Amerika SerikatTersedia
KanadaTersedia
JepangTersedia
AustraliaTersedia
InggrisTersedia
IndonesiaBelum tersedia

Jadi kalau kamu berharap bisa buka Uber Eats lalu pesan nasi goreng di Bandung atau Jakarta, saat ini memang belum bisa.

Jadi, Orang Indonesia Bisa Pakai Uber Eats atau Tidak?

Nah ini yang sering bikin bingung.

Jawabannya: bisa, tergantung dipakai untuk apa.

Kalau kamu ingin:

  • Pesan makanan ke alamat luar negeri
  • Kirim makanan untuk seseorang di negara lain
  • Membayar order Uber Eats dari Indonesia

Maka itu masih memungkinkan.

Bahkan cukup banyak orang Indonesia yang melakukannya.

Aku pernah lihat cerita seseorang yang tiap Jumat malam rutin kirim bubble tea lewat Uber Eats buat pacarnya di Melbourne. Ada juga mahasiswa Indonesia yang suka kirimin kopi buat adiknya yang kerja di Tokyo.

Kadang bukan karena uangnya, tapi karena rasa “gue inget lo”.

Dan di era sekarang, gesture kecil seperti itu malah sering terasa mahal.

Kenapa Banyak Orang Indonesia Cari Uber Eats?

Biasanya alasannya tidak jauh dari hubungan dengan orang luar negeri.

1. Hubungan LDR

Ini paling umum.

Misalnya:

  • Kamu di Indonesia
  • Pasangan di Amerika
  • Lagi pengen ngasih surprise kecil

Daripada cuma chat “udah makan belum?”, banyak orang sekarang sekalian langsung kirim makanan.

Terdengar sederhana, tapi efeknya sering bikin hari seseorang jadi lebih baik.

2. Keluarga Tinggal di Luar Negeri

Kadang ada keluarga yang sedang kuliah atau kerja di luar negeri.

Dan ada momen-momen tertentu ketika kita pengen perhatian tanpa harus ribet.

Contohnya:

  • Kirim sarapan
  • Traktir makan malam
  • Pesankan kopi saat mereka lembur

Hal kecil seperti ini justru sering bikin hubungan terasa dekat walaupun beda negara.

3. Bantu Teman yang Tidak Bisa Bayar

Tidak semua orang luar negeri punya metode pembayaran yang lancar.

Kadang kartunya error, bank maintenance, atau aplikasi bermasalah.

Akhirnya kita bantu checkout dari Indonesia.

Kendala yang Paling Sering Terjadi

Walaupun technically bisa dipakai dari Indonesia, bukan berarti selalu mulus.

Ada beberapa masalah yang paling sering dialami.

Kartu Pembayaran Ditolak

Ini paling umum.

Uber Eats biasanya lebih gampang menerima:

  • Visa
  • Mastercard
  • American Express

Sementara beberapa kartu lokal Indonesia kadang suka:

  • Decline
  • Gagal verifikasi
  • Ditolak sistem

Terutama kalau transaksi internasional belum diaktifkan.

Dan jujur saja, kadang ini bikin frustrasi.

Sudah pilih makanan lama-lama, tinggal bayar, eh malah gagal terus.

Harga Jadi Jauh Lebih Mahal

Kalau baru pertama kali pakai Uber Eats luar negeri, banyak orang langsung kaget lihat total akhirnya.

Karena biaya tambahannya cukup banyak.

Misalnya di Amerika:

KomponenEstimasi
Harga makanan$10 sampai $15
Ongkir$3 sampai $7
Service fee$2 sampai $5
Tip driverBisa lebih lagi

Jadi sekali checkout bisa tembus ratusan ribu rupiah hanya untuk satu pesanan.

Belum lagi kurs dollar yang naik turun.

Makanya banyak orang Indonesia awalnya mikir:

“Loh kok mahal banget?”

Padahal di sana budaya tipping memang sudah biasa.

Cara Pesan Uber Eats dari Indonesia

Kalau penasaran dan ingin coba, langkahnya sebenarnya tidak terlalu sulit.

Download Aplikasi

Aplikasi Uber Eats tetap bisa di-download di Indonesia.

Bisa lewat Android maupun iPhone.

Masukkan Lokasi Negara Tujuan

Nah, ini penting.

Alamat yang dimasukkan bukan alamat Indonesia, melainkan alamat penerima di luar negeri.

Contoh:

  • Tokyo
  • Sydney
  • New York
  • Toronto

Nanti restoran otomatis muncul sesuai area tersebut.

Pilih Makanan

Setelah itu tinggal pilih restoran dan menu seperti biasa.

Mirip banget seperti pakai GoFood atau GrabFood.

Masukkan Pembayaran

Kalau pembayaran diterima, biasanya order langsung diproses.

Kalau gagal, biasanya masalah ada di:

  • Kartu
  • Sistem bank
  • Verifikasi transaksi internasional

Apakah Bisa Bayar Pakai Bank Indonesia?

Bisa, tapi tidak selalu lancar.

Beberapa pengguna berhasil menggunakan:

  • Kartu debit Visa
  • Mastercard
  • Kartu kredit internasional

Tapi ada juga yang selalu gagal walaupun saldonya cukup.

Karena kadang sistem bank Indonesia menganggap transaksi luar negeri sebagai aktivitas mencurigakan.

Banyak Orang Akhirnya Pakai Jasa Pembayaran

Ini juga cukup umum sekarang.

Karena tidak semua orang punya kartu internasional yang lancar dipakai di platform luar negeri.

Biasanya sistemnya sederhana:

  1. Pengguna kirim link checkout
  2. Admin membantu pembayaran
  3. Pengguna transfer rupiah

Praktis dan tidak perlu ribet urusan kartu kalau pakai jasa pembayaran Uber Eats.

Terutama buat orang yang cuma sesekali saja.

Uber Eats Aman Tidak?

Secara umum aman.

Uber Eats termasuk platform besar yang sudah digunakan di banyak negara.

Mereka punya:

  • Tracking driver realtime
  • Rating restoran
  • Sistem refund
  • Customer support

Tapi tetap harus teliti, terutama soal alamat.

Karena beda negara itu tricky.

Salah nomor apartemen sedikit saja, makanan bisa nyasar ke tempat lain.

Pengalaman yang Sering Dialami Orang Indonesia

Menariknya, banyak orang Indonesia yang pertama kali pakai Uber Eats bukan karena lapar.

Tapi karena kangen seseorang.

Dan ini terdengar cheesy memang, tapi nyata.

Ada yang tiap malam kirim dessert buat pacarnya di Jepang.

Ada yang saat temannya wisuda di Australia langsung kirim kopi dan cake kecil.

Ada juga yang bilang:

“Gue nggak bisa hadir langsung, minimal gue kirimin makan.”

Kadang perhatian sederhana seperti itu justru paling diingat.

Kesimpulan

Uber Eats memang belum tersedia resmi di Indonesia untuk layanan pesan makanan lokal. Jadi kamu belum bisa pakai Uber Eats seperti menggunakan GoFood atau GrabFood di sini.

Tapi kalau tujuanmu adalah memesankan makanan untuk orang di luar negeri, itu tetap bisa dilakukan dari Indonesia.

Yang paling penting biasanya ada di metode pembayaran internasional dan memastikan alamat penerima benar.

Dan lucunya, buat banyak orang Indonesia, Uber Eats akhirnya bukan cuma aplikasi pesan makanan. Tapi jadi salah satu cara kecil buat menjaga hubungan tetap hangat walaupun terpisah jarak dan negara.

FAQ

Apakah Uber Eats bisa dipakai di Indonesia?

Aplikasinya bisa diakses, tetapi layanan pengantaran makanan lokal di Indonesia belum tersedia.

Apakah saya bisa kirim makanan ke luar negeri lewat Uber Eats?

Bisa, selama negara tujuan mendukung layanan Uber Eats.

Kenapa kartu saya ditolak di Uber Eats?

Biasanya karena kartu belum mendukung transaksi internasional atau diblokir sistem keamanan bank.

Apakah Uber Eats lebih mahal dari GoFood?

Rata-rata iya, terutama di negara seperti Amerika karena ada biaya layanan dan tip driver.

Bisakah Uber Eats dibayar tanpa kartu kredit?

Bisa, misalnya memakai virtual card atau bantuan jasa pembayaran internasional.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply